<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114</id><updated>2011-07-08T12:09:27.542+07:00</updated><category term='Spesial Ramadhan'/><category term='Artikel Islam'/><category term='Ukhuwah'/><title type='text'>Bayu's website</title><subtitle type='html'>The website of Muslim</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-7386400656724144196</id><published>2010-02-07T00:14:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T06:29:01.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Wanita/ Akhwat</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/S22nsSF9uyI/AAAAAAAAAEw/BoarqHRmV-4/s1600-h/P9200071+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/S22nsSF9uyI/AAAAAAAAAEw/BoarqHRmV-4/s320/P9200071+copy.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435184704518994722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt; &lt;/span&gt;Suatu ketika, seorang santri putra bertanya pada Ustadznya: Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati…&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghudhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian islamnya….&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki2 bukan mahramnya…..&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak2nya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya…&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak2, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan anak2nya yang sebenarnya tidak rewel, pintar mengatur cash flow finansial keluarga, mengerti bagaimana berpenampilan menarik di hadapan suami dan selalu merasa cukup (qonaah) dengan segala pemberian dari sang suami di saat lapang maupun di saat sempit.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang cantik, tetapi dari bagaimana ia bermurah senyum dan sejuk jika dilihat di hadapan suaminya dengan sepenuh hati tanpa dibuat2/dipaksakan.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang mencoba berta’aruf kepadanya, tetapi dari komitmennya untuk mengatakan bahwa sesungguhnya “Tidak ada kata “CINTA sebelum menikah.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari gelar sabuk hitam dalam olahraga beladirinya, tetapi dari sabarnya ia menghadapi lika-liku kehidupan…&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar banyaknya ia menghafal Al-Quran, tetapi dari pemahaman ia atas apa yang ia baca/hafal untuk kemudian ia amalkan dalam kehidupan sehari2.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;….setelah itu, Si Murid kembali bertanya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Adakah Akhwat yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ya Ustadz ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sang Ustadz kembali tersenyum dan berkata: “Akhwat seperti itu ada, tapi langka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekalipun ada, biasanya ia memiliki karakter khas antara lain; Sangat mencintai Allah dan RasulNya melebihi apapun, tidak lepas dari dunia da’wah (minimal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya), hidup berjamaah tapi tidak dikenal ‘ashobiyah, tidak ingin dikenal-kecuali diminta/didesak oleh jama’ah (masyarakat), dari keturunan orang2 yang shalih/shalihat, berasal dari lingkungan yang sangat terpelihara, punya amalan ibadah harian, mingguan dan bulanan di atas rata2 orang kebanyakan, hidupnya sederhana namun tetap menarik dan bermanfaat buat orang lain, dikenal sebagai tetangga yang baik hati, sangat berbakti terhadap orang tua, sangat hormat kepada yang lebih tua dan sangat sayang terhadap yang lebih muda, sangat disiplin dengan sholat fardunya, rajin shaum sunnah dan qiyamullail &amp;amp; atau bisa jadi amalan ibadah terbaiknya disembunyikan dari mata orang2 yang mengenalnya, rajin memperbaiki istighfarnya (taubatan nashuha), rajin mendoakan saudara2nya terutama yang sedang dalam keadaan kesulitan atau sedang terdzolimi secara terang2an/tersembunyi, rajin bersilaturahim, rajin menuntut ilmu-mengaji- (terutama yang syar’i)/minimal rajin hadir di majlis ilmu dan mendengarkannya, senantiasa menambah/memperbaiki ilmunya dan menyampaikan semua ilmu yang ia ketahui setelah terlebih dahulu ia mengamalkannya, rajin membaca/menghafal alqur’an atau hadits dan buku2 yang bermanfaat, pintar/kuat hafalannya, sangat selektif soal makanan/minuman yang ia konsumsi, sangat perhatian terhadap kebersihan dan sangat disiplin sekali soal thaharah, sangat terjaga dari soal2 ikhtilat apalagi berkhalwat, jauh dari gosip-menggosip, lisan dan semua perbuatannya senantiasa terjaga dari hal2 yang sia2, zuhud, istiqomah, tegar, tidak takut/bersedih hati hingga berlarut2 melainkan sebentar (wajar), pandai menghibur dan pandai menutupi aib/kekurangan dirinya dan orang2 yang ia kenal, mudah memaafkan kesalahan/kekeliruan orang lain tanpa diminta dan tanpa dendam, ringan tangan untuk membantu sesama, mudah berinfak (bershadaqah), ikhlas, jauh dari riya, ujub, muhabahat, takabur dan tidak emosional, cukup sensitif tapi tidak terlalu sensitif (tidak mudah tersinggung), selalu berbuat ihsan dan muraqobatullah (selalu merasa dekat dan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT baik di saat ramai maupun di saat sendirian), selalu berhusnudzon kepada setiap orang, benar2 berkarakter jujur (shiddiiq), amanah dan selalu menyampaikan yang haq dengan caranya yang terbaik (tabligh), pantang mengeluh/berkeluh kesah, sangat dewasa dalam menyikapi problematika kehidupan, mandiri, selalu optimis, terlihat selalu gembira dan menentramkan, hari2nya tidak lepas dari perhitungan (muhasabah) bahwa hari ini selalu ia usahakan lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, dan senantiasa pandai bersyukur atas segala ni’mat (takdir baik) serta senantiasa sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan (takdir buruk) dalam segala keadaan. Kapan pun dan di manapun..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Si Murid rupa2nya masih penasaran, dan bertanya kembali kepada Sang Ustadz. “Ya Ustadz, adakah cara yang paling mudah untuk mendapatkannya? atau minimal bisa mendapatkan seorang Akhwat yang mendekati profil Akhwat Sejati??&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sang Ustadz pun dengan bijak segera menjawabnya: “Ada, jika antum ingin mendapatkan Akhwat Sejati nan benar2 Shalihat sebagai teman hidup maka SHALIHKAN DAHULU DIRI ANTUM…!! karena InsyaAllah Akhwat yang shalihat adalah pada dasarnya juga untuk Ikhwan yang shaalih…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-7386400656724144196?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/7386400656724144196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2010/02/wanita-akhwat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/7386400656724144196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/7386400656724144196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2010/02/wanita-akhwat.html' title='Wanita/ Akhwat'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/S22nsSF9uyI/AAAAAAAAAEw/BoarqHRmV-4/s72-c/P9200071+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-4807348630527536944</id><published>2010-02-06T17:39:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T06:28:34.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Iman Bisa Bertambah dan Berkurang</title><content type='html'> Permasalahan iman merupakan permasalahan terpenting seorang muslim, sebab iman menentukan nasib seorang didunia dan akherat. Bahkan kebaikan dunia dan akherat bersandar kepada iman yang benar. Dengan iman seseorang akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan akherat serta keselamatan dari segala keburukan dan adzab Allah. Dengan iman seseorang akan mendapatkan pahala besar yang menjadi sebab masuk ke dalam surga dan selamat dari neraka. Lebih dari itu semua, mendapatkan keridhoan Allah Yang Maha kuasa sehingga  Dia tidak akan murka kepadanya dan dapat merasakan kelezatan melihat wajah Allah diakherat nanti. Dengan demikian permasalahan ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan, “Hasil usaha jiwa dan qolbu (hati) yang terbaik dan penyebab seorang hamba mendapatkan ketinggian di dunia dan akherat adalah ilmu dan iman. Oleh karena itu Allah Ta’ala menggabung keduanya dalam firmanNya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit.” (QS ar-Ruum: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah Ta’aa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS al-Mujaadilah: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka inilah inti dan pilihan dari yang ada dan mereka adalah orang yang berhak mendapatkan martabat tinggi. Namun kebanyakan manusia keliru dalam (memahami) hakekat ilmu dan iman ini, sehingga setiap kelompok menganggap ilmu dan iman yang dimilikinyalah satu-satunya yang dapat mengantarkannya kepada kebahagiaan, padahal tidak demikian. Kebanyakan mereka tidak memiliki iman yang menyelamatkan dan ilmu yang mengangkat (kepada ketinggian derajat), bahkan mereka telah menutup untuk diri mereka sendiri jalan ilmu dan iman yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadi dakwah beliau kepada umat. Sedangkan yang berada di atas iman dan ilmu (yang benar) adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya setelah beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka di atas manhaj dan petunjuk mereka….”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian bila kita melihat kepada pemahaman kaum muslimin saja tentang iman didapatkan banyak kekeliruan dan penyimpangan. Sebagai contoh banyak dikalangan kaum muslimin ketika berbuat dosa masih mengatakan, “Yang penting kan hatinya”. Ini semua tentunya membutuhkan pelurusan dan pencerahan bagaimana sesungguhnya konsep iman yang benar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, ada yang mengartikan kata iman dengan “tashdîq” (membenarkan); thuma’nînah (ketentraman); dan iqrâr (pengakuan). Makna ketiga inilah yang paling tepat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Telah diketahui bahwa iman adalah iqrâr (pengakuan), tidak semata-mata tashdîq (membenarkan). Dan iqrâr (pengakuan) itu mencakup perkataan hati, yaitu tashdîq (membenarkan), dan perbuatan hati, yaitu inqiyâd (ketundukan hati)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, iman adalah iqrâr (pengakuan) hati yang mencakup:&lt;br /&gt;Keyakinan hati, yaitu membenarkan terhadap berita.&lt;br /&gt;Perkataan hati, yaitu ketundukan terhadap perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu: keyakinan yang disertai dengan kecintaan dan ketundukan terhadap semua yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah Ta’ala .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun secara syar’i (agama), iman yang sempurna mencakup qaul (perkataan) dan amal (perbuatan). Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dan di antara prinsip Ahlus sunnah wal jamâ’ah, ad-dîn (agama/amalan) dan al-imân adalah perkataan dan perbuatan, perkataan hati dan lisan, perbuatan hati, lisan dan anggota badan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Bagian-Bagian Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkataan Syaikhul Islam di atas, nampak bahwa iman menurut Ahlus sunnah wal jamâ’ah  mencakup lima perkara, yaitu [1] perkataan hati, [2] perkataan lisan, [3] perbuatan hati, [4] perbuatan lisan dan [5] perbuatan anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dalil yang menunjukkan masuknya lima perkara di atas dalam kategori iman, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Perkataan hati, yaitu pembenaran dan keyakinan hati. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang hanya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS al-Hujurât: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Perkataan lisan, yaitu mengucapkan syahadat Lâ ilâha illallâh dan syahadat Muhammad Rasulullâh dengan lisan dan mengakui kandungan syahadatain tersebut. Di antara dalil hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ وَيُقِيْمُوْا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوْا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ عَصَمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ اْلإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku diperintah (oleh Allah) untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan sampai mereka menegakkan shalat, serta membayar zakat. Jika mereka telah melakukan itu, maka mereka telah  mencegah darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan mereka pada tanggungan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits lain disebutkan dengan lafazh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوْا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku diperintah (oleh Allah) untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan “Lâ ilâha illallâh”….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Perbuatan hati, yaitu gerakan dan kehendak hati, seperti ikhlas, tawakal, mencintai Allah Ta’ala , mencintai apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala , rajâ’ (berharap rahmat/ampunan Allah Ta’ala), takut kepada siksa Allah Ta’ala , ketundukan hati kepada Allah Ta’ala, dan lain-lain yang mengikutinya. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, hati mereka gemetar, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabbnya mereka bertawakkal” (QS al-Anfâl: 2). Dan dalil-dalil lainnya yang menunjukkan amalan-amalan hati termasuk iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Perbuatan lisan/lidah, yaitu amalan yang tidak dilakukan kecuali dengan lidah. Seperti membaca al-Qur’ân, dzikir kepada Allah Ta’ala, doa, istighfâr, dan lainnya. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (al-Qur’ân). Tidak ada (seorang pun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya.” (QS al-Kahfi: 27). Dan dalil-dalil lainnya yang menunjukkan amalan-amalan lisan termasuk iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Perbuatan anggota badan, yaitu amalan yang tidak dilakukan kecuali dengan anggota badan. Seperti: berdiri shalat, rukû’, sujud, haji, puasa, jihad, membuang barang mengganggu dari jalan, dan lain-lain. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah, sujudlah, sembahlah Rabbmu dan berbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS al-Hajj: 77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun-Rukun Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya iman memiliki bagian-bagian yang harus ada, yang disebut dengan rukun-rukun (tiang; tonggak) iman. Ahlus sunnah wal jamâ’ah meyakini bahwa rukun iman ada enam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata pada permulaan kitab beliau, ‘Aqîdah al-Wâsithiyah’, “Ini adalah aqîdah Firqah an-Nâjiyah al-Manshûrah (golongan yang selamat, yang ditolong) sampai hari kiamat, Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Yaitu: beriman kepada Allah Ta’ala, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, kebangkitan setelah kematian, dan beriman kepada qadar, yang baik dan yang buruk”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil rukun iman yang enam ini adalah sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada malaikat Jibrîl ‘alaihis salam, ketika menjelaskan tentang iman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada qadar, yang baik dan yang buruk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun iman ini wajib diyakini oleh setiap Mukmin. Barangsiapa mengingkari salah satunya, maka dia kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Khalîl Harrâs berkata, “Enam perkara ini adalah rukun-rukun iman. Iman seseorang tidak sempurna kecuali jika dia beriman kepada semuanya dengan bentuk yang benar sebagaimana ditunjukkan oleh al-Kitab dan Sunnah. Barangsiapa mengingkari sesuatu darinya, atau beriman kepadanya dengan bentuk yang tidak benar, maka dia telah kafir.” [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Bertambah dan Berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dimaklumi banyak terdapat nash-nash al-Qur`an dan as-Sunnah yang menjelaskan pertambahan iman dan pengurangannya. Menjelaskan pemilik iman yang bertingkat-tingkat sebagiannya lebih sempurna imannya dari yang lainnya. Ada di antara mereka yang disebut assaabiq bil khoiraat (terdepan dalam kebaikan)[9], al-Muqtashid (pertengahan)[10] dan zholim linafsihi (menzholimi diri sendiri). Ada juga al-Muhsin, al-Mukmin dan al-Muslim. Semua ini menunjukkan mereka tidak berada dalam satu martabat. Ini menandakan bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti dari Al Qur’an dan As Sunnah Bahwa Iman Bisa Bertambah dan Berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Firman Allah Ta’ala ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung“.” (QS Alimron: 173).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama Ahlus Sunnah menjadikan ayat ini sebagai dasar adanya pertambahan dan pengurangan iman, sebagaimana pernah ditanyakan  kepada imam Sufyaan bin ‘Uyainah rahimahullah, “Apakah iman itu bertambah atau berkurang?” Beliau rahimahullah menjawab, “Tidakkah kalian mendengar firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَزَادَهُمْ إِيمَانًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka perkataan itu menambah keimanan mereka”. (QS Alimron: 173) dan firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَزِدْنَاهُمْ هُدًى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”.(QS al-Kahfi: 13) dan beberapa ayat lainnya”. Ada yang bertanya, “Bagaimana iman bisa dikatakan berkurang?” Beliau rahimahullah menjawab, “Jika sesuatu bisa bertambah, pasti ia juga bisa berkurang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَرَدًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.” (QS Maryam: 76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan tafsir ayat ini dengan menyatakan, “Terdapat dalil yang menunjukkan pertambahan iman dan pengurangannya, sebagaimana pendapat para as-Salaf ash-Shaalih. Hal ini dikuatkan juga dengan firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آَمَنُوا إِيمَانًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS al-Mudatstsir: 31) dan firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya).” (QS al-Anfaal:8/2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dikuatkan dengan kenyataan bahwa iman itu adalah perkataan qolbu (hati) dan lisan, amalan qolbu, lisan dan anggota tubuh. Juga kaum mukminin sangat bertingkat-tingkat dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan mukmin dan tidaklah minum minuman keras ketika minumnya dalam keadaan mukmin serta tidaklah mencuri ketika mencuri dalam keadaan mukmin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishaaq bin Ibraahim an-Naisaaburi berkata, “Abu Abdillah (Imam Ahmad) pernah ditanya tentang iman dan berkurangnya iman. Beliau rahimahullah menjawab, “Dalil mengenai berkurangnya iman terdapat pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan mukmin dan tidaklah mencuri dalam keadaan mukmin.” [&lt;br /&gt;Keempat: Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iman itu lebih dari tujuh puluh atau lebih dari enampuluh. Yang paling utama adalah perkataan: “Laa Ilaaha Illa Allah” dan yang terendah adalah membersihkan gangguan dari jalanan dan rasa malu adalah satu cabang dari iman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang mulia ini menjelaskan bahwa iman memiliki cabang-cabang, ada yang tertinggi dan ada yang terendah . Cabang-cabang iman ini bertingkat-tingkat dan tidak berada dalam satu derajat dalam keutamaannya, bahkan sebagiannya lebih utama dari lainnya. Oleh karena itu Imam At-Tirmidzi memuat bab dalam sunannya: “Bab Kesempurnaan, bertambah dan berkurangnya iman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah ketika menjelaskan hadits di atas menyatakan,  Ini jelas sekali menunjukkan iman itu bertambah dan berkurang sesuai dengan pertambahan aturan syariat dan cabang-cabang iman serta amalan hamba tersebut atau tidak mengamalkannya. Sudah dimaklumi bersama bahwa manusia sangat bertingkat-tingkat dalam hal ini. Siapa yang berpendapat bahwa iman itu tidak bertambah dan berkurang, sungguh ia telah menyelisihi realita yang nyata di samping menyelisihi nash-nash syariat sebagaimana telah diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Ulama Salaf Bahwa Iman Bisa Bertambah dan Berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pendapat dan atsar as-Salaf ash-Shaalih sangat banyak sekali dalam menetapkan keyakinan bahwa iman itu bertambah dan berkurang, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Dari kalangan sahabat  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu ketika Kholifah ar-Rsyid Umar bin al-Khathaab rahimahullah pernah berkata kepada para sahabatnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هَلُمُّوْا نَزْدَادُ إِيْمَانًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Marilah kita menambah iman kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iman itu bertambah dan berkurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Dari kalangan Tabi’in, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu al-Hajjaaj Mujaahid bin Jabr al-Makki (wafat tahun 104 H) menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإِيْمِانُ قَوْل وَ عَمَلٌ يَزِيْدُ وَ يَنْقُصُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iman itu adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Syibl ‘Alqamah bin Qais an-Nakhaa’i (wafat setelah tahun 60 H) berkata kepada para sahabatnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;امْشُوْا بِنَا نَزْدَدُ إِيْمَانًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari kita berangkat untuk menambah iman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Kalangan tabi’ut Tabi’in, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin ‘Amru al-‘Auzaa’i (wafat tahun 157 H) menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإِيْمِانُ قَوْل وَ عَمَلٌ يَزِيْدُ وَ يَنْقُصُ فَمَنْ زَعَمَ أَنَّ الإِيْمِانَ لاَ يَزِيْدُ وَ لاَ يَنْقُصُ فَاحْذَرُوْه فَإِنَّهُ مُبْتَدِعٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. Siapa yang meyakini iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang maka berhati-hatilah terhadapnya karena ia adalah seorang ahli bid’ah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga ditanya tentang iman, “Apakah bisa bertambah?” Beliau  menjawab, “Iya, hingga menjadi seperti gunung.” Beliau ditanya lagi, “Apakah bisa berkurang?” Beliau rahimahullah menjawab, “Iya, hingga tidak tersisa sedikitpun darinya”.[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Empat imam madzhab (Aimmah arba’ah), di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Idris asy-Syaafi’i rahimahullah menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإِيْمِانُ قَوْل وَ عَمَلٌ يَزِيْدُ وَ يَنْقُصُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iman itu adalah perkataan dan perbuatan bertambah dan berkurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad bin Hambal rahimahullah menyatakan, “Iman itu sebagiannya lebih unggul dari yang lainnya, bertambah dan berkurang. Bertambahnya iman adalah dengan beramal. Sedangkan berkurangnya iman dengan tidak beramal. Dan perkataan adalah yang mengakuinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pernyataan dan pendapat para ulama ahlus sunnah seluruhnya, sebagaimana dijelaskan syeikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam pernyataan beliau, “Para Salaf telah berijma’ (bersepakat) bahwa iman adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-bersambung insya Allah pada pembahasan “Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman”-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-4807348630527536944?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/4807348630527536944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2010/02/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/4807348630527536944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/4807348630527536944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2010/02/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html' title='Iman Bisa Bertambah dan Berkurang'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-2023206818924500157</id><published>2009-09-30T10:03:00.000+07:00</published><updated>2009-09-30T10:57:12.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Lima Faedah Puasa Syawal</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 1em 0pt 3px;"&gt; &lt;a rel="nofollow" name="1" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 18px;" target="_blank" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lima-faedah-puasa-syawal.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alhamdulillah, kita saat ini telah berada di bulan Syawal. Kita juga sudah mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Apa saja faedah melaksanakan puasa tersebut? Itulah yang akan kami hadirkan ke tengah-tengah pembaca pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SsLW7nuGt2I/AAAAAAAAAEQ/6eiyKC98Jr8/s1600-h/kupu2-coklat.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 295px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SsLW7nuGt2I/AAAAAAAAAEQ/6eiyKC98Jr8/s320/kupu2-coklat.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387104424051521378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-1387"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Faedah pertama: Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”&lt;/em&gt;[1]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh, -pen) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan).[2] Jadi seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal][3].”&lt;/em&gt;[4] Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal dan inilah balasan kebaikan yang paling minimal.[5] Inilah nikmat yang luar biasa yang Allah berikan pada umat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cara melaksanakan puasa Syawal adalah:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Puasanya dilakukan selama enam hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Faedah kedua: Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang dimaksudkan di sini bahwa puasa syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.[6]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Faedah ketiga: Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.[7] Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”&lt;/em&gt;[8]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”[9]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Renungkanlah! Bagaimana lagi jika seseorang hanya rajin shalat di bulan Ramadhan (rajin shalat musiman), namun setelah Ramadhan shalat lima waktu begitu dilalaikan? Pantaskah amalan orang tersebut di bulan Ramadhan diterima?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (komisi fatwa Saudi Arabia) mengatakan, “Adapun orang yang melakukan puasa Ramadhan dan mengerjakan shalat hanya di bulan Ramadhan saja, maka orang seperti ini berarti telah melecehkan agama Allah. (Sebagian salaf mengatakan), “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.” Oleh karena itu, tidak sah puasa seseorang yang tidak melaksanakan shalat di luar bulan Ramadhan. Bahkan orang seperti ini (yang meninggalkan shalat) dinilai kafir dan telah melakukan kufur akbar, walaupun orang ini tidak menentang kewajiban shalat. Orang seperti ini tetap dianggap kafir menurut pendapat ulama yang paling kuat.”[10] Hanya Allah yang memberi taufik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Faedah keempat: Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan.”[11] Sampai-sampai Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pun yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang banyak melakukan shalat malam. Ini semua beliau lakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat pengampunan dosa yang Allah berikan. Ketika Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; ditanya oleh istri tercinta beliau yaitu ‘Aisyah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt; mengenai shalat malam yang banyak beliau lakukan, beliau pun mengatakan,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Tidakkah aku senang menjadi hamba yang bersyukur?”&lt;/em&gt;[12]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula di antara bentuk syukur karena banyaknya ampunan di bulan Ramadhan, di penghujung Ramadhan (di hari Idul fithri), kita dianjurkan untuk banyak berdzikir dengan mengangungkan Allah melalu bacaan takbir “Allahu Akbar”. Ini juga di antara bentuk syukur sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqarah: 185)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula para salaf seringkali melakukan puasa di siang hari setelah di waktu malam mereka diberi taufik oleh Allah untuk melaksanakan shalat tahajud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingatlah bahwa rasa syukur haruslah diwujudkan setiap saat dan bukan hanya sekali saja ketika mendapatkan nikmat. Namun setelah mendapatkan satu nikmat, kita butuh pada bentuk syukur yang selanjutnya. Ada ba’it sya’ir yang cukup bagus: “Jika syukurku pada nikmat Allah adalah suatu nikmat, maka untuk nikmat tersebut diharuskan untuk bersyukur dengan nikmat yang semisalnya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, “Setiap nikmat Allah berupa nikmat agama maupun nikmat dunia pada seorang hamba, semua itu patutlah disyukuri. Kemudian taufik untuk bersyukur tersebut juga adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan bentuk syukur yang kedua. Kemudian taufik dari bentuk syukur yang kedua adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan syukur lainnya. Jadi, rasa syukur akan ada terus sehingga seorang hamba merasa tidak mampu untuk mensyukuri setiap nikmat. Ingatlah, syukur yang sebenarnya adalah apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya tidak mampu untuk bersyukur (secara sempurna).”[13]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Faedah kelima: Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan musiman saja.&lt;/strong&gt; [14]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah &lt;a rel="nofollow" title="puasa syawal" target="_blank" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lima-faedah-puasa-syawal.html"&gt;Ramadhan&lt;/a&gt; itu berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian manusia begitu bergembira dengan berakhirnya bulan Ramadhan karena mereka merasa berat ketika berpuasa dan merasa bosan ketika menjalaninya. Siapa yang memiliki perasaan semacam ini, maka dia terlihat tidak akan bersegera melaksanakan puasa lagi setelah Ramadhan karena kepenatan yang ia alami. Jadi, apabila seseorang segera melaksanakan puasa setelah hari ‘ied, maka itu merupakan tanda bahwa ia begitu semangat untuk melaksanakan puasa, tidak merasa berat dan tidak ada rasa benci.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sebagian orang yang hanya rajin ibadah dan shalat malam di bulan Ramadhan saja, lantas dikatakan kepada mereka,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;بئس القوم لا يعرفون لله حقا إلا في شهر رمضان إن الصالح الذي يتعبد و يجتهد السنة كلها&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun.” Ibadah bukan hanya di bulan Ramadhan, Rajab atau Sya’ban saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asy Syibliy pernah ditanya, “Bulan manakah yang lebih utama, Rajab ataukah Sya’ban?” Beliau pun menjawab, “Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin.” Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan sepanjang tahun dan bukan hanya di bulan Sya’ban saja. Kami kami juga dapat mengatakan, “Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Romadhoniyyin.” Maksudnya, beribadahlah secara kontinu (ajeg) sepanjang tahun dan jangan hanya di bulan Ramadhan saja. Semoga Allah memberi taufik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;‘Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ‘Aisyah mengenai amalan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?”&lt;/em&gt; ‘Aisyah menjawab,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (ajeg).”&lt;/em&gt;[15]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amalan seorang mukmin barulah berakhir ketika ajal menjemput. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematian.” Lalu Al Hasan membaca firman Allah,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).”&lt;/em&gt; (QS. Al Hijr: 99).[16] Ibnu ‘Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa &lt;em&gt;“al yaqin”&lt;/em&gt; adalah kematian. Dinamakan demikian karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi. Az Zujaaj mengatakan bahwa makna ayat ini adalah sembahlah Allah selamanya. Ahli tafsir lainnya mengatakan, makna ayat tersebut adalah perintah untuk beribadah kepada Allah selamanya, sepanjang hidup.[17]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai penutup, perhatikanlah perkataan Ibnu Rajab berikut, “Barangsiapa melakukan dan menyelesaikan suatu ketaaatan, maka di antara tanda diterimanya amalan tersebut adalah dimudahkan untuk melakukan amalan ketaatan lainnya. Dan di antara tanda tertolaknya suatu amalan adalah melakukan kemaksiatan setelah melakukan amalan ketaatan. Jika seseorang melakukan ketaatan setelah sebelumnya melakukan kejelekan, maka kebaikan ini akan menghapuskan kejelekan tersebut. Yang sangat bagus adalah mengikutkan ketaatan setelah melakukan ketaatan sebelumnya. Sedangkan yang paling jelek adalah melakukan kejelekan setelah sebelumnya melakukan amalan ketaatan. Ingatlah bahwa satu dosa yang dilakukan setelah bertaubat lebih jelek dari 70 dosa yang dilakukan sebelum bertaubat. … Mintalah pada Allah agar diteguhkan dalam ketaatan hingga kematian menjemput. Dan mintalah perlindungan pada Allah dari hati yang terombang-ambing.”[18]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk istiqomah dalam ketaatan hingga maut menjemput. Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan dan memudahkan kita untuk menyempurnakannya dengan melakukan puasa Syawal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-2023206818924500157?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/2023206818924500157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/lima-faedah-puasa-syawal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/2023206818924500157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/2023206818924500157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/lima-faedah-puasa-syawal.html' title='Lima Faedah Puasa Syawal'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SsLW7nuGt2I/AAAAAAAAAEQ/6eiyKC98Jr8/s72-c/kupu2-coklat.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-4660973835781422773</id><published>2009-09-07T09:25:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T08:28:55.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Waktu Pelaksanaan I'tikaf</title><content type='html'> 				&lt;div class="garis-bawah"&gt; 	       	       &lt;span class="tanggal"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Semoga Allah swt memudahkan rencana anda untuk dapat beri’tikaf pada akhir-akhir ramadhan nanti. &lt;p&gt;Terjadi perselisihan ulama tentang pengertian itikaf menurut syariah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa itikaf adalah menetap di masjid yang didalamnya dilakukan shalat berjamaah dalam keadaan berpuasa serta niat untuk beritikaf sedangkan menetap adalah rukunnya. Adapun masjid jamaah yang dimaksud adalah masjid yang memiliki imam dan muadzin baik didalamnya dilakukan shalat lima waktu atau tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri (menetap) yang dilakukan seorang muslim yang mumayyiz di sebuah masjid dalam keadaan berpuasa serta menahan diri dari jima’ dan pendahuluannya selama sehari semalam atau lebih untuk beribadah dengan menyertakan niat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Para ulama Syafi’i mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri di masjid yang dilakukan seorang tertentu dengan menyertakan niat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Para ulama Hambali mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri di masjid untuk taat kepada Allah dengan keadaan tertentu dari seorang muslim, berakal dan tamyiz dalam keadaan suci dari hal-hal yang mewajibkannya mandi. Waktu minimalnya adalah sesaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalil-dalil disyariatkannya itikaf adalah terdapat didalam Al Qur’an, sunnah maupun ijma’ para ulama :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.	Firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : ”Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid.” (QS. Al Baqoroh : 187)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Sedangkan sunnah adalah apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Anas dan Aisyah bahwa Nabi saw beritikaf di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan sejak beliau saw datang ke Madinah hingga Allah swt mewafatkannya saw.” (Muttafaq Alaihi). Imam Zuhri mengatakan,”Manusia memang aneh, mengapa mereka meninggalkan itikaf padahal Rasulullah saw melakukannya dan tidak pernah meninggalkannya. Beliau saw tidak pernah meninggalkanya hingga dirinya meninggal dunia.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun waktu yang disukai untuk itikaf ini adalah pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya, sedangkan tentang waktu minimalnya maka terjadi perselisihan :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa itikaf minimal dilakukan sejenak tanpa ada batasan waktu. Berpuasa bukanlah persayaratan dalam itikaf sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa waktunya adalah sehari semalam, sedangkan yang paling baik adalah sepuluh hari. Tidak sah itikaf bagi orang yang tidak berpuasa walaupun dirinya memiliki uzur. Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa maka tidak sah itikafnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Pendapat yang paling benar dari para ulama Syafi’i adalah itikaf disayaratkan menetap sesuai kadar berdiam diri itu sendiri. Waktunya adalah lebih sedikit dari waktu lamanya thuma’ninah saat ruku’ atau sejenisnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.	Sedangkan para ulama Hambali mengatakan bahwa paling sedikit seorang mu’takif adalah sejenak walaupun sekelabatan saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan persyratan dari itikaf ini adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.	Islam ; tidaklah sah itikaf yang dilakukan oleh orang kafir karena hal itu merupakan bagian dari keimanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Berakal atau tamyiz ; tidaklah sah itikaf seorang yang gila atau sejenisnya, tidak juga seorang anak yang belum tamyiz karena mereka tidak termasuk ahli ibadah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Dilakukan di masjid; tidaklah sah itikaf yang dilakukan di rumah-rumah kecuali para ulama Hanafi yang membolehkan seorang wanita beritikaf di masjid didalam rumahnya, ia adalah tempat yang dikhususkan untuk shalat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Niat; tidaklah sah itikaf kecuali dengan niat, sebagaimana hadits Nabi saw,”Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung dari niatnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Puasa; ini merupakan syarat mutlak menurut Maliki dan persyaratan menurut Hanafi didalam itikaf nazar saja bukan yang sunnah. Puasa ini juga bukan persayaratan menurut Syafi’i dan Hambali sehingga itikaf sah walau tanpa berpuasa kecuali jika orang itu bernazar puasa bersama itikaf..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Bersih dari junub, haidh dan nifas menjadi pesyaratan menurut jumhur. Para ulama Maliki berpendapat bahwa bersih dari junub merupakan syarat diperbolehkannya orang itu menetap di masjid bukan menjadi syarat sahnya itikaf. Apabila seorang yang beritikaf bermimpi maka diwajibkan baginya untuk mandi baik di masjid jika terdapat air atau keluar dari masjid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Izin dari suami bagi seorang istri merupakan syarat menurut Hanafi, Syafi’i dan Hambali. Tidaklah sah itikaf seorang wanita tanpa izin dari suaminya walaupun itikafnya itu adalah itikaf nazar. Sedangkan Maliki berpendapat bahwa itikaf seorang wanita yang tanpa izin suaminya tetap sah namun berdosa. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-4660973835781422773?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/4660973835781422773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/waktu-pelaksanaan-itikaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/4660973835781422773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/4660973835781422773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/waktu-pelaksanaan-itikaf.html' title='Waktu Pelaksanaan I&apos;tikaf'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-6076210197450179573</id><published>2009-09-07T09:23:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T08:28:55.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Ciri-ciri Malam Lailatul Qodar</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri Lailatul Qodr&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾&lt;br /&gt;فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾&lt;br /&gt;أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾&lt;br /&gt;سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.	Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Perbedaan Waktu Antar Negara&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah ”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-6076210197450179573?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/6076210197450179573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/ciri-ciri-malam-lailatul-qodar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/6076210197450179573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/6076210197450179573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/ciri-ciri-malam-lailatul-qodar.html' title='Ciri-ciri Malam Lailatul Qodar'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-1195047036546566413</id><published>2009-09-04T15:13:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T08:28:55.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>KEUTAMAAN MEMBACA ALQUR`AN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SqDNB1t_jAI/AAAAAAAAADo/Dy1BazuhPtE/s1600-h/sabar02%5B1%5D_t2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SqDNB1t_jAI/AAAAAAAAADo/Dy1BazuhPtE/s320/sabar02%5B1%5D_t2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377523386563922946" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit." Muttafaqun `Alaihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan Al Qur`an, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak. Membaca Al Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk mengairahkan serta menghidupkan kembali kegairahan kita dalam membaca Al Qur`an, kami sampaikan beberapa keutamaan membaca Al Qur`an sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;1. Manusia yang terbaik.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : "Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya." H.R. Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;2. Dikumpulkan bersama para Malaikat.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : "Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." Muttafaqun `Alaihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : "Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya)." H.R. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;4. Kenikmatan tiada tara&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : "Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam." Muttafaqun `Alaihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;5. Ladang pahala.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." H.R. At Tirmidzi dan berkata : "Hadits hasan shahih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : "Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. " H.R. Abu Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;KEMBALI KEPADA AL QUR`AN&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti empirik di lapangan terlihat dengan sangat jelas bahwa kaum muslimin pada saat ini telah jauh dari Al Qur`an Al Karim yang merupakan petunjuknya dalam mengarungi bahtera kehidupannya (The Way of Life). Firman Allah I :&lt;br /&gt;Berkatalah Rasul:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS. 25:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka (para musuh Islam) berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu Al Qur`an Al Karim. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Al Qur`an Al Karim mengenai target rahasia mereka dalam memerangi kaum muslimin dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang kafir berkata:"Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur'an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS. 41:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan : "Selagi Al Qur`an masih di tangan umat Islam, Eropa tidak akan dapat mengusai negara-negara Timur." (Lihat buku "Rencana Penghapusan Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern" oleh Nabil Bin Abdurrahman Al Mahisy / 13).&lt;br /&gt;Jauhnya umat terhadap Al Qur`an Al Karim merupakan suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam tubuh kaum muslimin. Perkara untuk mempedomi petunjuk Allah I melalui kitab-Nya, bukan sekedar perbuatan sunnah atau suatu pilihan. Firman Allah I :&lt;br /&gt;Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegasnya, menjadikan kitab Allah Subhanahu wa Ta`ala sebagai sumber petunjuk satu-satunya dalam kehidupan dan mengembalikan segala masalah hanya kepada-Nya merupakan suatu keharusan oleh setiap diri kita. Kita sama-sama bersepakat bahwa dalam menanggulangi masalah kerusakan sebuah pesawat terbang, kita harus memanggil seorang insinyur yang membuat pesawat itu, dan kita sama-sama bersepakat bahwa seorang pilot yang akan mengoperasionalkan suatu pesawat terbang harus mengikuti buku petunjuk oprasional pesawat yang dikeluarkan dari perusahaan yang memproduksinya. Tetapi mengapa kita tidak mau menerapkan prinsip ini dalam diri kita sendiri. Allah I lah yang menciptakan kita dan hanya petunjuk-Nya yang benar. Sedang kita mengetahui bahwa pegangan yang mantap dan pengarahan yang benar hanyalah :&lt;br /&gt;Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". (QS. 2:120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkas dan tegas. Petunjuk Allah I itulah petunjuk. Selain dari itu bukan petunjuk. Tidak bertele-tele, tidak ada helah, tidak dapat ditukar. Rasulullah e bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula." H.R. Muslim.&lt;br /&gt;Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari garis yang tegas ini :&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta segala jenis penyakit hati akan datang silih berganti, sebagaimana yang saat ini kita lihat sendiri secara kasat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berdoa kepada Allah I, semoga Dia I mengerakkan hati dan memudahkan langkah kita dan umat Islam lainnya untuk kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Nabinya e sehingga menjadi umat yang terbaik sebagaimana firman-Nya I :&lt;br /&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. 3:110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;Oleh : &lt;font style="font-style: italic;"&gt;Muh. Khairuddin Rendusara.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-1195047036546566413?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/1195047036546566413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/keutamaan-membaca-alquran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/1195047036546566413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/1195047036546566413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/keutamaan-membaca-alquran.html' title='KEUTAMAAN MEMBACA ALQUR`AN'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SqDNB1t_jAI/AAAAAAAAADo/Dy1BazuhPtE/s72-c/sabar02%5B1%5D_t2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-786502388966235945</id><published>2009-09-04T15:06:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T08:28:55.154+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Tips Khatam Al-Qur’an selama Ramadhan</title><content type='html'>&lt;font size="1"&gt;By			&lt;span class="author"&gt; &lt;a style="cursor: pointer;" href="http://berlizone.com/author/berli/" title="Posts by Berliyanto"&gt;Berliyanto&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; on  			&lt;span class="time"&gt; August 24th, 2009&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;p class="byline"&gt; 					&lt;/p&gt;  		 			&lt;p&gt;&lt;a style="cursor: pointer;" href="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/08/quran.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-329" style="border: 0pt none ; margin: 5px;" title="Al-Qur'an" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/08/quran-300x251.jpg" alt="Al-Qur'an" height="201" width="240"&gt;&lt;/a&gt;Ramadhan sudah menjelang hari keempat belas, yah paling tidak itu sewaktu tulisan ini dibuat. hehehe… Banyak hal yang membedakan Ramadhan dengan 11 bulan lain, yang paling signifikan adalah kualitas dan kuantitas ibadah kita. Beberapa orang bahkan membuat target-target ibadah Ramadhan. Dan tulisan saya kali ini topiknya tidak jauh-jauh dari target Ramadhan. Jangan khawatir! saya tidak akan bercerita panjang lebar tentang target Ramadhan saya tahun ini, selain membosankan bagi pembaca mungkin juga tidak bagus untuk saya sendiri karena berurusan langsung dengan kelurusan niat saya kedepannya. Hehehe…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terinspirasi dari sebuah pertanyaan yang keluar dari mulut salah seorang adik kelas, pertanyaannya sederhana dan kurang lebih bunyinya seperti ini: “Ka biar bisa khatam Qur’an selama Ramadhan itu apa aja sih kiat-kiatnya??”.&lt;br /&gt;Dan dari pertanyaan itulah saya merasa terpanggil untuk membenturkan jemari saya dengan keyboard laptop berwarna hitam ini guna menuliskan tips mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sebulan. hehe..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum lanjut, perlu saya tekankan bahwa tips ini diperuntukkan bagi teman-teman yang belum tahu Rahasia mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan. Bagi yang sudah tahu atau yang sudah terbiasa mengkhatamkan kitab Allah ini berkali-kali dalam sebulan ya banyak-banyak lah bersyukur dan jangan lupa ajak teman-temannya ngaji bareng. hehe..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-328"&gt;&lt;/span&gt;Ok, tips pertama adalah kenali medan perang Anda. Dalam hal ini, 30 juz Al-Qur’an lah yang menjadi menjadi medan perang Anda. Cara untuk mengenali mudah yaitu dengan membuka Al-Qur’an Anda dan hitung jumlah halaman totalnya. Contoh: Saya memakai Al-Qur’an terbitan Syamil, dan jumlah 30 juznya adalah 604 halaman. Banyak ya?? Ya memang, tapi jangan khawatir karena ternyata 1 juz Al-Qur’an hanya sebanyak 21 halaman saja. Masih terlihat banyak?? yasudah konversi saja ke satuan lembar, maka 1 juz = 10 lembar 1 halaman, anggaplah 1 halaman ibarat bonus yang bisa diabaikan karena pasti selalu dibaca. hehe.. Jadi, kesimpulan tips pertama adalah percayalah bahwa 1 juz Al-Qur’an hanya 10 lembar saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tips kedua adalah, tentukan titik-titik waktu yang paling menyenangkan untuk membaca Al-Qur’an, seperti misalnya pagi hari, sehabis mandi, dan lain sebagainya. Usahakan tentukan lebih dari satu titik, lebih banyak titik waktu lebih baik. Bingung menentukan titik?? Yasudah, ikuti saja titik-titik waktu yang biasa saya gunakan yaitu sesudah/sebelum melakukan sholat 5 waktu. Jadi, kesimpulan tips kedua adalah jadikan waktu sesudah/sebelum sholat sebagai waktu-waktu yang paling menyenangkan untuk membaca Al-Qur’an, maka seandainya n adalah variabel banyaknya waktu nyaman maka didapat n = 5.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tips ketiga adalah alokasikan tips pertama ke dalam tips kedua. Di sini perlu sedikit ilmu matematika yang biasa disebut dengan pembagian. Pertanyaan yang harus dijawab di tips yang ketiga adalah “Berapa jumlah lembar yang harus dibaca dalam satu titik nyaman membaca Al-Qur’an yang dimodelkan dengan L = B/n ??, dimana B adalah jumlah lembaran dalam 1 juz, dan n adalah banyaknya waktu nyaman.” Dari Tips pertama dan kedua didapat persamaan B = 10, dan n = 5, jadi L = 10/5 = 2.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terakhir simpulkan sendiri makna angka 2 yang didapat dari Tips ketiga tersebut. Malas menyimpulkan?? Ya,,ya,,OK biar saya yang menyimpulkan. Artinya Cukup dengan membaca 2 lembar (4 halaman) Al-Qur’an setiap sehabis sholat selama bulan Ramadhan ini maka Anda akan mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali di Ramadhan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekedar tambahan, syarat wajib untuk menjalankan tips ini adalah KONSISTEN. Konsisten untuk membaca Al-Qur’an minimal 2 lembar (4 halaman) setiap sehabis sholat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu bagaimana dengan dengan yang ingin mengkhatamkan lebih dari satu kali selama Ramadhan ini. Ada 2 cara yang sama mudahnya : Pertama, Kalikan jumlah lembar yang dibaca (4 lembar untuk 2X Khatam, atau sekalian 10 lembar untuk 5 kali khatam). Kedua, tambah titik waktu nyaman untuk membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya (misal: tidak hanya sehabis sholat wajib, tapi juga sehabis sholat sunah, sehabis mandi, atau sehabis makan. hehehe).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Bermanfaat….&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-786502388966235945?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/786502388966235945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/786502388966235945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/786502388966235945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html' title='Tips Khatam Al-Qur’an selama Ramadhan'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-5912105626627545620</id><published>2009-09-04T13:17:00.000+07:00</published><updated>2009-09-04T13:36:42.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Alasan 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Qur'an</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Tentang bagaimana Al Qur’an itu diturunkan dari Lauh Mahfuzh maka ada beberapa pendapat dikalangan para ulama :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SqCx0XgMB6I/AAAAAAAAADg/_163_jWzSk4/s1600-h/ramadhan_21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SqCx0XgMB6I/AAAAAAAAADg/_163_jWzSk4/s320/ramadhan_21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377493468300707746" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diutus di Mekah dan Madinah. Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling benar berdasarkan suatu riwayat dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas yang telah dikeluarkan oleh Hakim dan Baihaqi serta yang lainnya, dia mengatakan bahwa Al Qur’an diturunkan pada suatu malam ke langit dunia yaitu Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu selama dua puluh tahun kemudian dia membaca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik .” (QS. Al Furqon : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra : 106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim dan Ibnu Abi Syaibah mengeluarkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan,”... maka Al Qur’an diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia lalu Jibril turun dengan membawanya kepada Nabi saw.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa riwayat lain dari Ibnu Abbas dengan sanad-sanad yang tidak bermasalah yang menguatkan makna itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al Qur’an diturunkan ke langit dunia pada 20 malam Lailatul Qodr atau 23 atau 20 atau 25—sebagaimana adanya perbedaan pendapat tentang lamanya Rasulullah saw menetap di Mekah setelah diutus—di setiap malam lailatul qodr diturunkan sejumlah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah swt setiap tahunnya lalu turun setelah itu secara berangsur-angsur di seluruh tahunnya, demikianlah pendapat Fakhrur Rozi dan dia sendiri tidak berpendapat tentang apakah pendapat ini atau pendapat pertama yang lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al Qur’an diturunkan pertama kali pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu dengan cara berangsru-angsur pada waktu yang berbeda-beda, demikianlah pendapat Sya’bi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz sekaligus dan malaikat-malaikat penjaga menurunkannya secara berangsur-angsur kepada jibril selama 20 malam lalu Jibril menurunkannya secara berangsur-angsur kepada Nabi saw selama 20 tahun. Ini adalah pendapat yang aneh. (Fatawa al Azhar juz VII hal 469)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang menjadi dasar kaum muslimin didalam memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan dimungkinkan karena pada tanggal itu diturunkannya ayat pertama dari surat al Alaq kepada Nabi Muhammad saw,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾&lt;br /&gt;خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾&lt;br /&gt;اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾&lt;br /&gt;الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾&lt;br /&gt;عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.” (QS. Al A’laq : 1 – 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir didalam kitabnya ”Al Bidayah wa an Nihayah” menukil dari al Waqidiy dari Abu Ja’far al Baqir yang mengatakan bahwa awal diturunkannya wahyu kepada Rasulullah saw adalah pada hari senin tanggal 17 Ramadhan akan tetapi ada juga yang mengatakan tanggal 24 Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-5912105626627545620?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/5912105626627545620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/alasan-17-ramadhan-sebagai-nuzulul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/5912105626627545620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/5912105626627545620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/alasan-17-ramadhan-sebagai-nuzulul.html' title='Alasan 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Qur&apos;an'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SqCx0XgMB6I/AAAAAAAAADg/_163_jWzSk4/s72-c/ramadhan_21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-2341352982093122260</id><published>2009-09-04T13:10:00.000+07:00</published><updated>2009-09-04T13:36:42.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Shalat Tahajud Setelah Witir Tarawih</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tahajjud juga disebut dengan qiyamullail, sebagaimana firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Israa ” 79)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ﴿١﴾&lt;br /&gt;قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٢﴾&lt;br /&gt;نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا ﴿٣﴾ &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Artinya : ”Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS Al Muzammil : 1 -3)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian ada juga yang mengatakan bahwa tahajjud dikerjakan pada pertengahan atau akhir malam dan dilakukan setelah orang itu bangun dari tidur. Sedangkan qiyamullail bisa dilakukan di awal, pertengahan atau akhir malam dan tidak mesti setelah bangun dari tidur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun shalat tarawih maka para ulama juga menyebutnya dengan qiyamullail di bulan ramadhan yang dilakukan setelah menunaikan shalat isya dengan memanjangkan berdirinya. Ia bisa juga disebut dengan tahajjud. Dinamakan tarawih dikarenakan terdapat istirahat setelah dua kali salam. Shalat tarawih ini merupakan sunnah muakkadah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melakukan qiyamullail (tarawih) dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka dihapuskan dosa-dosanya yang lalu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang witir sendiri hukumnya adalah sama baik pada bulan ramadhan maupun diluar bulan ramadhan, yaitu tidak ada dua witir dalam satu malam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam yang lima kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidak ada dua witir dalam satu malam.” juga hadits yang diriwayatkan oleh jama’ah kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka bagi siapa yang telah melakukan shalat tarawih dan witir bersama imam lalu dirinya ingin melakukan kembali shalat malamnya maka hendaklah dia melakukan shalat qiyamullailnya saja (genap) tanpa melakukan witir lagi berdasarkan hadits-hadits diatas, demikian menurut para ulama Hanafi, Maliki, Hambali dan pendapat yang masyhur dari para ulama Syafi’i. Dalil lainnya yang dipakai mereka adalah apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ummu Salamah bahwa Nabi saw melakukan shalat dua rakaat setelah witir.” Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini juga diriwayatkan dari Abu Umamah, Aisyah dan sahabat lainnya dari Rasulullah saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada juga cara kedua yang merupakan pendapat para ulama Syafi’i—kitab ”al Mausu’ah al Fiqhiyah (2/9827)”—yaitu hendaklah orang itu mengawalinya dengan melakukan shalat sunnahnya satu rakaat untuk menggenapkan witir yang telah dilakukan sebelumnya kemudian melakukan shalatnya yang genap sekehendaknya kamudian ditutup dengan witir. Hal ini diriwayatkan dari Utsman, Ali, Usamah, Sa’ad, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas sebagaimana ditegaskan oleh Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah. Dan dalil yang bisa jadi digunakan mereka adalah hadits,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-2341352982093122260?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/2341352982093122260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/shalat-tahajud-setelah-witir-tarawih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/2341352982093122260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/2341352982093122260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/shalat-tahajud-setelah-witir-tarawih.html' title='Shalat Tahajud Setelah Witir Tarawih'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-3243062130207702496</id><published>2009-09-04T13:07:00.000+07:00</published><updated>2009-09-04T13:36:42.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah</title><content type='html'>&lt;div class="garis-bawah"&gt; 				 	       	       &lt;span class="tanggal"&gt;&lt;/span&gt;Assalammualaikum...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan bulan ibadah bagi setiap muslim. Bulan yang didalamnya diperintahkan untuk berpuasa, shalat tarawih, membaca al Qur’an, bersedekah, iti’kaf pada sepuluh hari terakhirnya.  &lt;p&gt;Berbagai amal-amal ketaatan diperintahkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan ini sebagai sebab untuk mendapatkan surga Allah yang pintu-pintunya dibuka khusus di bulan ini dan hendaklah menjauhi berbagai pelanggaran dan kemaksiatan yang dapat mendorongnya kedalam neraka, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Apabila datang Ramadhan : pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu hendaklah setiap muslim bersabar didalam melaksanakan amal-amal tersebut menjadikan waktu-waktunya penuh dengannya dan menyedikitkan waktu tidurnya. Tidaklah dibenarkan seorang yang berpuasa hanya menghabiskan sepanjang siangnya dengan tidur meskipun hal ini tidaklah diharamkan selama dirinya masih menunaikan kewajiban-kewajiban shalat pada waktu-waktunya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidaklah banyak kebaikan dan keberkahan yang bisa diraih oleh orang yang mengisi waktunya hanya dengan tidur saja karena dirinya telah kehilangan banyak kesempatan beramal taat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyaknya tidur akan menafikan hikmah dari disyariatkannya berpuasa yaitu untuk melakukan jihad dengan dirinya melawan berbagai tarikan-tarikan hawa nafsu dan syahwatnya selama puasa.&lt;br /&gt;Hadits ”Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” terdapat didalam kitab ”Ihya Ulumuddin” milik Imam Ghazali. Namun al Iroqi mengatakan bahwa kami meriwayatkannya didalam ”Amalii Ibnu Mundah” dari riwayat Ibnul Mughiroh al Qowas dari Abdullah bin umar dengan sanad lemah atau mungkin Abdullah bin ’Amr. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun hadits lainnya yang berbunyi,”Tidurnya orang yang berpuasa ibadah, diamnya tasbih, doanya diijabah dan amalnya diterima.” maka menurut Syeikh Al Bani didalam kitabnya ”as Silsilah adh Dhaifah wa al Maudhu’ah” (10/230) adalah lemah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits itu diriwayatkan oleh Abu Muhammad bin Sho’id didalam ”Musnad Ibnu Abi Aufa” (2/120), ad Dailamiy (93/4) dan al Wahidiy didalam ’Al Wasith” (1/65/1) dari Sulaiman bin Amr dari Abdul Malik bin Umair dari Ibnu Abi Aufa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Bani mengatakan bahwa hadits ini palsu, Sulaiman bin Umar adalah Abu Daud an Nakh’i adalah seorang pendusta. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilik kitab ”Faidhul Qodir” mengatakan bahwa didalamnya terdapat Ma’ruf bin Hasan—ia adalah salah seorang—yang lemah sedangkan Sulaiman bin Umar an Nakh’i adalah orang yang lebih lemah darinya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Hafizh al Iroqi mengatakan bahwa didalam hadits itu terdapat Sulaiman an Nakh’i ia adalah salah seorang pendusta. (Faidhul Qodir juz VI hal 290) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian tidurnya orang yang berpuasa bukanlah ibadah karena hadits itu tidak benar berasal dari Rasulullah saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; 								 				&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-3243062130207702496?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/3243062130207702496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/hadits-tidurnya-orang-puasa-ibadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/3243062130207702496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/3243062130207702496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/hadits-tidurnya-orang-puasa-ibadah.html' title='Hadits Tidurnya Orang Puasa Ibadah'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-4584810042705333146</id><published>2009-09-03T11:55:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T14:34:30.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ukhuwah'/><title type='text'>INDAHNYA UKHUWAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>&lt;font size="1"&gt;&lt;font style="font-style: italic;"&gt;writen by&lt;/font&gt; div. Pengembangan PPSDM JMMI ITS   &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9NXZ64XEI/AAAAAAAAADY/TdLbwgPYwc8/s1600-h/ukhuwah4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 251px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9NXZ64XEI/AAAAAAAAADY/TdLbwgPYwc8/s320/ukhuwah4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377101544593841218" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 0, 0);" size="5"&gt;Ukhuwah islamiyah &lt;/font&gt;merupakan ikatan yang mengikat kaum muslimin antara yang satu dengan yang lainnya. Ukhuwah islamiyah merupakan ikatan yang yang diikatkan oleh Allah swt. di langit. Sehingga ukhuwah islamiyah ini menjadi benang yang merangkai seluruh kaum muslimin dengan rangkaian otomatis. Ukhuwah islamiyah membentuk perjanjian yang sangat berharga. Dengan ukhuwah ini seorang muslim berhak memberikan pertolongan pada muslim lainnya, menasehatinya, membantu memecahkan kesulitannya serta saling menghormati dan saling menghargai relativitas  masing – masing sebagai sifat dasar kemanusiaan, sebagai perbedaan pemikiran, sehingga tidak menjadi penghalang untuk saling membantu atau menolong karena diantara mereka terikat oleh suatu keyakinan dan jalan hidup yaitu islam. Seseorang yang menempuh perjalanan dan mengabdikan diri dalam ukhuwah islamiyah akan mendapatkan keutamaan dunia dan akhirat. Wajah mereka berseri-seri terkena pantulan cahaya iman. Dosa-dosa mereka berguguran laksana daun-daun yang berguguran dari pohon kering yang ditiup oleh angin kencang.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tanganny(berjabat tangan), gugurlah dosa-dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon kering yang ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilautan.”(HR.Tabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah melindungi mereka dan menetapkannya dalam naungan Arsy pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya. Allah menyirami mereka dengan telaga cinta-Nya, menempatkan di dalam surgaNya yang luas. Mereka menjadi manusia yang dapat meresapi manisnya iman dan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah islamiyah yang kuat dapat terbentuk atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Keikhalasan karena Allah semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah islamiyah bisa terajut dan akan mengarah pada hal yang positif jika sang pelaku bisa membebaskan diri dari kepentingan dan keuntungan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Disertai iman dan taqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim mencari sahabat yang beriman dan bertaqwa, bukannya orang yang fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seseorang itu menurut agama sahabat dekatnya, maka hendaklah kamu melihat dengan siapa ia bersahabat”(HR.Abu Hurairah dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Menjadikan ukhuwah selalu komit terhadap manhaj islam dengan mengikuti kitabullah dan as sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah akan menjaga diri kita agar istiqomah dalam jalan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan..”(QS.Al Maidah 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Saling menasehati karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim merupakan cermin bagi saudara muslim lainnya. Jika melihat saudaranya melakukan kebajikan, ia memberi semangat agar saudaranya terus meningkatkan amalnya. Jika saudaranya melakukan kesalahan  atau hal keji maka sudah menjadi kewajiban untuk menasehati dengan cara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Setia kawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kesetiaan dan tolong menolong dalam keadaan senang maupun susah akan sulit terwujud jika tidak ada keikhlasan, dan jalinan yang murni itu hanya pada ukhuwah islamiyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-4584810042705333146?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/4584810042705333146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/indahnya-ukhuwah-islamiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/4584810042705333146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/4584810042705333146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/indahnya-ukhuwah-islamiyah.html' title='INDAHNYA UKHUWAH ISLAMIYAH'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9NXZ64XEI/AAAAAAAAADY/TdLbwgPYwc8/s72-c/ukhuwah4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-1364328759564076464</id><published>2009-09-03T11:41:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T14:34:30.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ukhuwah'/><title type='text'>Perusak Ukhuwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9JeGLh-JI/AAAAAAAAADQ/85n6Ih3tVmA/s1600-h/ukhuwah3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9JeGLh-JI/AAAAAAAAADQ/85n6Ih3tVmA/s320/ukhuwah3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377097261507541138" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masyarakat Islam, persatuan dan kesatuan atau lebih sering disebut dengan ukhuwah Islamiyah merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendasar, apalagi hal ini merupakan salah satu ukuran keimanan yang sejati. Kerana itu, ketika Nabi Saw berhijrah ke Madinah, yang pertama dilakukannya adalah Al-Muakhah, yakni mempersaudarakan sahabat dari Makkah atau muhajirin dengan sahabat yang berada di Madinah atau kaum Anshar. Ini bererti, ketika seseorang atau suatu masyarakat beriman, maka seharusnya ukhuwah Islamiyah yang didasari oleh iman menjelma dalam kehidupan sehari-hari, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya mukmin itu bersaudara, kerana itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [QS Al-Hujurat (49):10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang harus diingat bahwa, ketika ukhuwah islamiyah hendak diperkukuh atau malah sudah kukuh, ada saja usaha orang-orang yang tidak suka terhadap persaudaraan kaum muslimin, mereka berusaha untuk merosakkan hubungan di antara sesama kaum muslimin dengan menyebarkan fitnah dan berbagai berita bohong. Dalam kehidupan umat Islam, kita akui bahwa ukhuwah Islamiyah belum berwujud secara ideal, namun musuh-musuh umat ini tidak suka bila ukhuwah itu berwujud, mereka terus berusaha menghambatnya. Kerana itu, setiap kali ada berita buruk, kita tidak boleh langsung mempercayainya, tapi lakukan tabayyun atau cek dan ricek terlebih dahulu kebenaran berita itu. Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya sehingga kamu akan menyesal atas perbuatanmu itu.” [QS Al-Hujurat (49): 6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat) tersebut di atas adalah, suatu ketika Al-Harits datang menghadap Nabi Muhammad saw., beliau mengajaknya masuk Islam, bahkan sesudah masuk Islam ia menyatakan kemauan dan kesanggupannya untuk membayar zakat. Kepada Rasulullah, Al-Harits menyatakan, “Saya akan pulang ke kampung saya untuk mengajak orang untuk masuk Islam dan membayar zakat dan bila sudah sampai waktunya, kirimkanlah utusan untuk mengambilnya.” Namun ketika zakat sudah banyak dikumpulkan dan sudah tiba waktu yang disepakati oleh Rasul, ternyata utusan beliau belum juga datang. Maka Al-Harits beserta rombongan berangkat untuk menyerahkan zakat itu kepada Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Rasulullah saw. mengutus Al-Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat, namun di tengah perjalanan hati Al-Walid merasa gentar dan menyampaikan laporan yang tidak benar, yakni Al-Harits tidak mahu menyerahkan dana zakat, bahkan ia akan dibunuhnya. Rasulullah tidak langsung begitu saja percaya, beliau pun mengutus lagi beberapa sahabat yang lain untuk menemui Al-Harits. Ketika utusan itu bertemu dengan Al-Harits, ia berkata, “Kami diutus kepadamu.” Al-Harits bertanya, “Mengapa?” Para sahabat menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah telah mengutus Al-Walid bin Uqbah, ia mengatakan bahwa engkau tidak mau menyerahkan zakat bahkan mau membunuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Harits menjawab, “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan sebenar-benarnya, aku tidak melihatnya dan tidak ada yang datang kepadaku.” Maka ketika mereka sampai kepada Nabi saw., beliau pun bertanya, “Apakah benar engkau menahan zakat dan hendak membunuh utusanku?” “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan sebenar-benarnya, aku tidak berbuat demikian.” Maka turunlah ayat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al Hujurat ayat 6 di atas menggunakan kata “naba’” dan bukan “khabar”. M. Quraish Shihab dalam bukunya Secercah Cahaya Ilahi halaman 262 membezakan makna dua kata itu. “Kata naba’ menunjukkan berita penting, sedangkan khabar menunjukkan berita secara umum. Al-Qur’an memberi petunjuk bahwa berita yang perlu diperhatikan dan diselidiki adalah berita yang sifatnya penting. Adapun isu-isu ringan, kata-kata kosong, dan berita yang tidak bermanfaat tidak perlu diselidiki, bahkan tidak perlu didengarkan kerana hanya akan membazir waktu dan tenaga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam Perosak Ukhuwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kedudukan ukhuwah islamiyah yang sedemikian penting, maka memeliharanya menjadi sesuatu yang amat ditekankan. Disamping harus memeriksa kebenaran suatu berita buruk yang menyangkut saudara kita yang muslim, ada beberapa hal yang harus kita hindari agar ukhuwah islamiyah boleh tetap terpelihara. Allah swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (kerana) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan) dan jangan pula wanita wanita-wanita mengolok-olokan wanita yang lain (kerana) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [QS Al-Hujurat (49): 11-12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas, ada enam hal yang harus kita hindari agar ukhuwah islamiyah tetap terpelihara: Pertama, memperolok-olokan, baik antar individu maupun antara kelompok, baik dengan kata-kata maupun dengan bahasa isyarat kerana hal ini dapat menimbulkan rasa sakit hati, kemarahan dan permusuhan. Manakala kita tidak suka diolok-olok, maka janganlah kita memperolok-olok, apalagi belum tentu orang yang kita olok-olok itu lebih buruk dari diri kita. Kedua, mencaci atau menghina orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan, apalagi bila kalimat penghinaan itu bukan sesuatu yang benar. Manusia yang suka menghina bererti merendahkan orang lain, dan iapun akan jatuh martabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, memanggil orang lain dengan panggilan gelar-gelar yang tidak disukai. Kekurangan secara fizikal bukanlah menjadi alasan bagi kita untuk memanggil orang lain dengan keadaan fizikalnya itu. Orang yang pendek tidak mesti kita panggil si pendek, orang yang badannya gemuk tidak harus kita panggil dengan si gemuk, begitulah seterusnya kerana panggilan-panggilan seperti itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Memanggil orang dengan gelar sifat yang buruk juga tidak dibolehkan meskipun sifat itu memang dimilikinya, misalnya kerana si A sering berbohong, maka dipanggillah ia dengan si pembohong, padahal sekarang sifatnya justru sudah jujur tapi gelar si pembohong tetap melekat pada dirinya. Kerananya jangan dipanggil seseorang dengan gelar-gelar yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, berburuk sangka, ini merupakan sikap yang bermula dari iri hati (hasad). Akibatnya ia berburuk sangka bila seseorang mendapatkan kenimatan atau keberhasilan. Sikap seperti harus dicegah kerana akan menimbulkan sikap-sikap buruk lainnya yang boleh merosak ukhuwah islamiyah. Kelima, mencari-cari kesalahan orang lain, hal ini kerana memang tidak ada perlunya bagi kita, mencari kesalahan diri sendiri lebih baik untuk kita lakukan agar kita boleh memperbaiki diri sendiri. Keenam, mengumpat dengan membicarakan keadaan orang lain yang bila ia ketahui tentu tidak menyukainya, apalagi bila hal itu menyangkut rahsia peribadi seseorang. Manakala kita mengetahui rahsia orang lain yang ia tidak suka bila hal itu diketahui orang lain, maka menjadi amanah bagi kita untuk tidak membicarakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari huraian di atas dapat kita simpulkan bahwa ketika ukhuwah islamiyah kita dambakan kewujudannya, maka segala yang boleh merosaknya harus kita hindari. Bila ukhuwah sudah terwujud, yang boleh merasakan manfaatnya bukan hanya sesama kaum muslimin, tapi juga umat manusia dan alam semesta, kerana Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Kerananya mewujudkan ukhuwah Islamiyah merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-1364328759564076464?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/1364328759564076464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/perusak-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/1364328759564076464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/1364328759564076464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/perusak-ukhuwah.html' title='Perusak Ukhuwah'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9JeGLh-JI/AAAAAAAAADQ/85n6Ih3tVmA/s72-c/ukhuwah3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-6183793562577202582</id><published>2009-09-03T11:31:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T14:34:30.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ukhuwah'/><title type='text'>BIRRUL WALIDIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(153, 51, 0); font-family: webdings;"&gt;( HAK ANAK TERHADAP ORANG TUA )&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;“ sesunggunya orang yang tidak menyayangi tidak akan di sayangi “&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diantara hak – hak orang tua terhadap anaknya&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9Ik92T7KI/AAAAAAAAADI/rPV-nty3rWY/s1600-h/1038-400x500%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9Ik92T7KI/AAAAAAAAADI/rPV-nty3rWY/s320/1038-400x500%5B1%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377096280018513058" border="0"&gt;&lt;/a&gt; adalah memperbaiki ahlaknya dan memberi nama yang baik . dan meratakan rasa sayang terhadap anak – anaknya. Bila mencapai umur 9 tahun maka pisahkanlah ranjangnya . bila kelak akan menikahkannya maka ayahnya menjabat tangannya sambil berkata ,” aku sudah mendidikmu dengan sopan , mengajarmu dan menikahkanmu .aku memohon perlindungan kepada Alloh akan fitnahmu didunia maupun di akherat”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dapat dipastikan bahwa hak – hak kerabat dan keluarga sangat kuat maka yang lebih khusus dan istimewa diantara hak keluarga ialah terhadap yang melahirkan dan dilahirkan atau hak kelahiran . ada sebuah keterangan ;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“ Tiada mampu membalas seseorang anak terhadap orangtuanya sekalipun orang tua di temukan dalam keadaan menjadi budak lalu ia membeli dan memerdekakan.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbhakti kepada orangtua adalah lebih utama , barang siapa yang di pagi hari memperoleh ridlo kedua orangtuannya maka iamempunyai dua pintu menuju surga. Dan barang siapa yang sore harinya diridloi kedua orangtuanya iapun akan memperoleh yang sama. Maka berbuat baiklah kepada ibumu , ayahmu, saudaramu , saudarimu , kemudian yang dekat denganmu dan yang lebih dekat denganmu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Alloh memberikan rahmat kepunyaaan NYA kepada orangtua yang menolong anaknya untuk berbhakti .&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-6183793562577202582?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/6183793562577202582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/birrul-walidin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/6183793562577202582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/6183793562577202582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/birrul-walidin.html' title='BIRRUL WALIDIN'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9Ik92T7KI/AAAAAAAAADI/rPV-nty3rWY/s72-c/1038-400x500%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-4036914442128499234</id><published>2009-09-03T11:26:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T14:34:30.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Kesempurnaan Pahala Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9GYuA84PI/AAAAAAAAADA/_3eGnoOGa9Q/s1600-h/ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 238px; height: 246px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9GYuA84PI/AAAAAAAAADA/_3eGnoOGa9Q/s320/ramadhan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377093870586487026" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font style="color: rgb(51, 0, 153);" size="5"&gt;&lt;font style="font-weight: bold;" face="lucida grande"&gt;Raih Kesempurnaan Pahala Ramadhan 1426H&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="judul"&gt;&lt;font class="kalender"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="konten"&gt;&lt;b&gt;SEKAPUR SIRIH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah ( ampunan ) dan limpahan pahala dari Allah I. Kedatangannya selalu dinantikan dan dirindukan oleh setiap mukmin yang haus akan limpahan kasih dan sayang-Nya I.&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Quran, kalam ilahi yang berfungsi sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi orang-orang yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan di dua negeri, dunia dan akhirat .&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ramadhan juga merupakan bulan yang disyari’atkan di dalamnya ibadah shoum (puasa), ibadah yang diserukan oleh Allah ‘khusus’ hanya bagi orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada bulan Ramadhan amal-amal ibadah yang dikerjakan hamba akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah I, maka tidak sepantasnya bagi kita kaum yang berakal untuk menyia-nyiakan ‘kesempatan emas’ tersebut, yakni dengan melewatkan hari-harinya yang penuh berkah tanpa amal dan kerja nyata yang bernilai pahala disisi Allah I.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oleh karena itulah dengan mengharap ridlo dan karunia-Nya I SIWAKZ AL-SOFWA sebagai institusi penerima, pengelola dan penyalur Shadaqah, Infaq, Wakaf, Kafarat dan Zakat berusaha untuk menjembatani kebaikan diri anda untuk berderma di bulan suci Ramadhan tersebut dengan berbagai macam kegiatan yang membantu kaum muslimin untuk bisa meraih pahala ramadhan secara sempurna sehingga bisa mencapai derajat ‘Muttaqin’ sebagaimana yang dikehendaki oleh-Nya I.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga Allah I memberikan taufiq dan inayah ( pertolongan )-Nya kepada kita semua untuk bisa meraih segala kebaikan yang ada pada bulan Ramadhan tahun ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LANDASAN DALIL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1.	Firman Allah U:&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَان فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ&lt;br /&gt;“ Bulan Ramadhan, yang didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan sebagai pembeda ( antara yang haq dan yang bathil ), maka barangsiapa yang mendapati bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa… “ (Al-Baqarah : 185 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.	Hadits Nabi t :&lt;br /&gt;وعن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول الله r قال يوما وحضر رمضان : (( أتاكم رمضان شهر بركة يغشاكم الله فيه فينزل الرحمة ويحط الخطايا ويستجيب فيه الدعاء ينظر الله تعالى إلى تنافسكم فيه ويباهي بكم ملائكته فأروا الله من أنفسكم خيرا فإن الشقي من حرم فيه رحمة الله U)) رواه الطبراني ورواته ثقات&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Dari ‘Ubadah bin Shamit t , bahwa Rasulullah r bersabda pada suatu hari ketika datang Ramadhan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah I mengunjungi kalian pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah I melihat berlomba-lombanya kalian pada bulan ini dan membanggakan kalian kepada para malaikat-Nya I, maka tunjukkanlah kepada Allah I hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah I di bulan ini.” (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya )&lt;br /&gt;3. Ibnu Abbas t berkata, “ Nabi r adalah orang yang paling dermawan dari seluruh manusia dan lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadhan – ketika malaikat Jibril mendatangi beliau untuk mengajarkan al-Qur’an dan Jibril datang menemui beliau setiap malam Ramadhan lalu mengajari beliau al-Qur’an – dan kedermawanan Rasulullah r ‘lebih kencang’ daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;4. ‘Aisyah menuturkan ,“ Adalah Rasulullah r jika masuk bulan Ramadhan, beliau membebaskan seluruh tawanan dan memberi setiap orang yang meminta.” ( HR.Imam Baihaqi)&lt;br /&gt;5. Zaid bin Khalid t berkata, Rasulullah t bersabda ,“Barangsiapa yang memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa maka ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-4036914442128499234?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/4036914442128499234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/kesempurnaan-pahala-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/4036914442128499234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/4036914442128499234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/kesempurnaan-pahala-ramadhan.html' title='Kesempurnaan Pahala Ramadhan'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp9GYuA84PI/AAAAAAAAADA/_3eGnoOGa9Q/s72-c/ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-2841226223794743783</id><published>2009-09-02T14:24:00.000+07:00</published><updated>2009-09-02T15:04:30.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'></title><content type='html'>Semoga Allah swt memudahkan rencana anda untuk dapat beri’tikaf pada akhir-akhir ramadhan nanti.&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi perselisihan ulama tentang pengertian itikaf menurut syariah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa itikaf adalah menetap di masjid yang didalamnya dilakukan shalat berjamaah dalam keadaan berpuasa serta niat untuk beritikaf sedangkan menetap adalah rukunnya. Adapun masjid jamaah yang dimaksud adalah masjid yang memiliki imam dan muadzin baik didalamnya dilakukan shalat lima waktu atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri (menetap) yang dilakukan seorang muslim yang mumayyiz di sebuah masjid dalam keadaan berpuasa serta menahan diri dari jima’ dan pendahuluannya selama sehari semalam atau lebih untuk beribadah dengan menyertakan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Para ulama Syafi’i mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri di masjid yang dilakukan seorang tertentu dengan menyertakan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Para ulama Hambali mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri di masjid untuk taat kepada Allah dengan keadaan tertentu dari seorang muslim, berakal dan tamyiz dalam keadaan suci dari hal-hal yang mewajibkannya mandi. Waktu minimalnya adalah sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil disyariatkannya itikaf adalah terdapat didalam Al Qur’an, sunnah maupun ijma’ para ulama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;????? ??????????????? ????????? ?????????? ??? ????????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ”Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid.” (QS. Al Baqoroh : 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sedangkan sunnah adalah apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Anas dan Aisyah bahwa Nabi saw beritikaf di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan sejak beliau saw datang ke Madinah hingga Allah swt mewafatkannya saw.” (Muttafaq Alaihi). Imam Zuhri mengatakan,”Manusia memang aneh, mengapa mereka meninggalkan itikaf padahal Rasulullah saw melakukannya dan tidak pernah meninggalkannya. Beliau saw tidak pernah meninggalkanya hingga dirinya meninggal dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun waktu yang disukai untuk itikaf ini adalah pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya, sedangkan tentang waktu minimalnya maka terjadi perselisihan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa itikaf minimal dilakukan sejenak tanpa ada batasan waktu. Berpuasa bukanlah persayaratan dalam itikaf sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa waktunya adalah sehari semalam, sedangkan yang paling baik adalah sepuluh hari. Tidak sah itikaf bagi orang yang tidak berpuasa walaupun dirinya memiliki uzur. Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa maka tidak sah itikafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendapat yang paling benar dari para ulama Syafi’i adalah itikaf disayaratkan menetap sesuai kadar berdiam diri itu sendiri. Waktunya adalah lebih sedikit dari waktu lamanya thuma’ninah saat ruku’ atau sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sedangkan para ulama Hambali mengatakan bahwa paling sedikit seorang mu’takif adalah sejenak walaupun sekelabatan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan persyratan dari itikaf ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Islam ; tidaklah sah itikaf yang dilakukan oleh orang kafir karena hal itu merupakan bagian dari keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berakal atau tamyiz ; tidaklah sah itikaf seorang yang gila atau sejenisnya, tidak juga seorang anak yang belum tamyiz karena mereka tidak termasuk ahli ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dilakukan di masjid; tidaklah sah itikaf yang dilakukan di rumah-rumah kecuali para ulama Hanafi yang membolehkan seorang wanita beritikaf di masjid didalam rumahnya, ia adalah tempat yang dikhususkan untuk shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Niat; tidaklah sah itikaf kecuali dengan niat, sebagaimana hadits Nabi saw,”Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung dari niatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Puasa; ini merupakan syarat mutlak menurut Maliki dan persyaratan menurut Hanafi didalam itikaf nazar saja bukan yang sunnah. Puasa ini juga bukan persayaratan menurut Syafi’i dan Hambali sehingga itikaf sah walau tanpa berpuasa kecuali jika orang itu bernazar puasa bersama itikaf..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bersih dari junub, haidh dan nifas menjadi pesyaratan menurut jumhur. Para ulama Maliki berpendapat bahwa bersih dari junub merupakan syarat diperbolehkannya orang itu menetap di masjid bukan menjadi syarat sahnya itikaf. Apabila seorang yang beritikaf bermimpi maka diwajibkan baginya untuk mandi baik di masjid jika terdapat air atau keluar dari masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Izin dari suami bagi seorang istri merupakan syarat menurut Hanafi, Syafi’i dan Hambali. Tidaklah sah itikaf seorang wanita tanpa izin dari suaminya walaupun itikafnya itu adalah itikaf nazar. Sedangkan Maliki berpendapat bahwa itikaf seorang wanita yang tanpa izin suaminya tetap sah namun berdosa. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-2841226223794743783?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/2841226223794743783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/semoga-allah-swt-memudahkan-rencana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/2841226223794743783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/2841226223794743783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/semoga-allah-swt-memudahkan-rencana.html' title=''/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-8664631932259272721</id><published>2009-09-02T14:12:00.000+07:00</published><updated>2009-09-02T15:04:30.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia</title><content type='html'>&lt;font style="font-style: italic; font-weight: bold;" size="5"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; datang, selalu memberikan kebahagiaan dan sukacita mendalam bagi siapapun, dimanapun di dunia ini. Besar-kecil, tua-muda, perempuan dan laki-laki, semua merasakan semarak dan gempita Ramadhan. Maklum, Ramadhan adalah bulan sebenar-benarnya berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ramadhan Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b8jEDEkI/AAAAAAAAACg/byD7ng2SJ6c/s1600-h/1ramadan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b8jEDEkI/AAAAAAAAACg/byD7ng2SJ6c/s320/1ramadan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376765732145271362" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim di Amerika Utara memulai shaum Ramadhan pada Sabtu, 22 Agustus pula. Pada intinya, hampir semua Muslim di dunia menyambut dan menjalani Ramadhan 2009 ini dalam waktu yang sama, Sabtu 22 Agustus. Perbedaan hari hanya terjadi beberapa jam saja. Muslim di Turki, Balkan dan Uni Eropa menyambut Ramadhan lebih cepat, pada hari Jumat. Sedangkan Arab Saudi, dengan sebagian besar negara Teluk lainnya memulai hari Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan2 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bulan Ramadhan, semua Muslim yang telah akil baligh melaksanakan puasa, dari Subuh sampai Maghrib. Sekadar mengingatkan, pada bulan ini Al Quran sebagai pedoman hidup manusia di akhir zaman diturunkan. 1ramadan3 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh DuniaMenteri Agama Turki mengumumkan bahwa Turki memulai Ramadhan pada hari Jumat, 21 Agustus. Begitu pula dengan Romania. Orang Romania memang selalu mengikuti Turki dalam menentekan hari pertama Ramadhan. Sementara komunitas Arab memulai Ramadhan berdasarkan melihat pada bulan di negara mereka masing-masing. Di Romania, ada 70.000 Muslim, kebanyakan berasal dari Turki dan Albania. Jumlah mereka sama dengan 2% dari jumlah keseluruhan 22 juta rakyat Romania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan4 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b82lZEDI/AAAAAAAAACo/eRMs0f0C8xs/s1600-h/1ramadan12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b82lZEDI/AAAAAAAAACo/eRMs0f0C8xs/s320/1ramadan12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376765737385398322" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ramadhan juga dimulai pada Jumat di Bulagaria, dan Kosovo. Asen Menkob, ketua Serikat Muslim Pembangunan dan Budaya Bulgaria, mengatakan, “Muslim Bulgaria biasanya mengikuti Turki dalam memulai puasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Balkan tak jauh berbeda. “Kami mengikuti koordinasi dengan fatwa dari Turki,” terang Naeem Trafana, ketua ulama di Kosovo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan5 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosnia juga memulai shaum Ramadhan pada Jumat. Begitu pula dengan Muslim di Bosnia, Kroasia, Slovenia, Serbia dan Montenegro, Makedonia, dan Albania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan7 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b9b-ERlI/AAAAAAAAACw/4lyrzZn6zO8/s1600-h/1ramadan7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b9b-ERlI/AAAAAAAAACw/4lyrzZn6zO8/s320/1ramadan7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376765747421005394" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim mengikuti kalender bulan, jadi bulan Ramadhan akan terjadi di semua bulan dalam beberapa tahun setiap periodenya. Misalnya jika tahun ini Ramadhan dimulai pertengahan Agustus, maka tahun depan insyaAllah terjadi pada akhir Juli atau awal Agustus. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan8 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudi memulai Ramadhan pada Sabtu. Dewan ulama senior di Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab mengatakan tidak melihat bulan pada Kamis malam, jadi Jumat adalah hari terakhir mereka sebelum Ramadhan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan9 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun ini, untuk pertama kalinya para penduduk Saudi bisa melihat bulan purnama menggunakan teleskop, bukan hanya mata telanjang saja. Dalam pernyataan Ahad, Dewan Tinggi Saudi menyerukan rakyat Saudi untuk melihat bulan pada Kamis petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan10 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Tinggi kemudian meminta kepada rakyat yang sudah menyaksikan bulan dengan mata langsung untuk melaporkan kepada Dewan terdekat. Sebelumnya, Dewan tidak membolehkan penggunaan teleskop untuk melihat bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan12 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, Mohammed Hussein Fadhlallah menyatakan bahwa Ramadhan di Lebanon dimulai pada Jumat berdasarkan kalkulasi astronomi yang akurat. Tapi di Mesir, Ramadhan dimulai pda Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan16 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesir memang unik. Dari mulai tengah malam waktu setempat, sejak Kamis, Mesir telah memajukan satu jam lebih awal, memotong satu jam lebih pendek dari waktu musim panas dalam satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1ramadan18 Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b9n4nJoI/AAAAAAAAAC4/ZcJKuv27m1I/s1600-h/1ramadan18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b9n4nJoI/AAAAAAAAAC4/ZcJKuv27m1I/s320/1ramadan18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376765750619350658" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari Ramadhan adalah Idul Fitri. Itulah waktu yang sangat membahagiakan yang dipunyai oleh kita orang Islam dan tak pernah bisa dimiliki oleh mereka kaum non-Islam. Sesuatu yang tak bisa digantikan dan ditukar dengan apapun. Subhanallah, semarak Ramadhan, subhanallah…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-8664631932259272721?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/8664631932259272721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/ramadhan-subhanallah-ramadhan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/8664631932259272721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/8664631932259272721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/ramadhan-subhanallah-ramadhan-di.html' title='Ramadhan, Subhanallah Ramadhan, di Seluruh Dunia'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4b8jEDEkI/AAAAAAAAACg/byD7ng2SJ6c/s72-c/1ramadan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-1133684314497236814</id><published>2009-09-02T13:50:00.000+07:00</published><updated>2009-09-02T15:03:50.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1&gt;Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan&lt;/h1&gt;      &lt;div class="date"&gt; &lt;a href="http://mediaislam.oaseadwan.info/category/em/berita/tahukah-anda/" title="View all posts in Tahukah Anda?" rel="category tag"&gt;Tahukah Anda?&lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;      &lt;p&gt;&lt;a href="http://mediaislam.oaseadwan.info/wp-content/uploads/2009/09/ramadan_by_basimyat.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone" src="http://mediaislam.oaseadwan.info/wp-content/uploads/2009/09/ramadan_by_basimyat.jpg" alt="ramadan by basimyat Peristiwa Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan" title="Peristiwa Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan" height="279" width="372" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bulan Ramadhan—seperti yang kita ketahui—merupakan bulan yang istimewa untuk umat Islam. Yang pertama dan terutama adalah karena di bulan inilah Al Quran pertama kali diturunkan, dan selanjutnya kitab ini menjadi pedoman hidup umat Islam sampai akhir zaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu, kita sudah banyak sekali mendengar dan membaca banyak peristiwa penting terjadi di bulan ini. Banyaknya kejadian penting yang terjadi pada bulan Ramadhan menandakan bahwa bulan ini sama sekali bukan bulan yang santai, ataupun menjadikan umat Islam lemah secara fisik. Sebaliknya, kejadian-kejadian besar yang terjadi di bulan Ramadhan adalah kejadian-kejadian yang senantiasa menguji fisik, mental, ruhani, dan emosi kita. Berikut di bawah ini sebagian kejadian yang terjadi di bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-192"&gt;&lt;/span&gt;1. Ketika Rasululah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju goa Hiro yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil dari kota Makkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40 tahun Qomariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril AS mewahyukan surat Al Alaq yang merupa-kan surat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Inilah yang disebut cikal-bakal turunnya Al Quran di bulan Ramadhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Perang Badar: 17 Ramadhan 2 AH – Adalah pertempuran pertama yang dilakukan kaum Muslim setelah mereka bermigrasi (hijrah) ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak Muslim yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Mekkah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Pembunuhan atas Ali bin Abi Thalib: 21 Ramadhan 40 H: Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Ia meninggal pada tanggal 23 Ramadhan tahun itu juga. Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam, dan kemudian dimulai dengan sistem dinasti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Rosulullah SAW keluar bersama 10 ribu pasukan perang dari kaum Muhajirin dan Anshor menuju Makkah untuk membebaskannya dari kemusrikan. Faktor keberangkatan beliau disebabkan penyerangan yang dilakukan kabilah Bani Bakar sekutu kaum Quraisy terhadap sekutu Rosulullah SAW kabilah Khuza’ah yang berarti pelanggaran terhadap perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati antara kaum Quraisy dengan Rosulullah SAW. Usaha ini berhasil dengan gemilang tanpa melalui peperangan. tatkala Fathul Makkah itu Rosulullah SAW berdiri dihadapan kaum musyrikin Makkah seraya berkata, ” Menurut kalian apa akan saya lakukan sekarang ?” Mereka menjawab, ” Kebaikan, karena engkau adalah saudara yang baik berasal dari keturunan baik, jika engkau memaafkan kesalahan maka itu harapan kami, akan tetapi jika engkau membalas dendam maka itu sangatlah wajar karena kami pernah berbuat jahat kepadamu. Akhirnya Rosulullah SAW bersabda, ” Pergilah, sekarang kalian bebas, aku hanya ingin mengatakan apa yang pernah dikatakan saudaraku Yusuf ; tidak ada celaan bagi kalian, semoga Allah mengampuni kalian sesungguhnya Dia maha pengasih.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Penghancuran dan penguasaan kota ‘Asqolan yang merupakan pintu masuk menuju kota Al Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Sholahuddin Al Ayyubi sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum salib (nasrani) yang akan merebut kota Quds. Pada hari penaklukannya Sholahuddin Al Ayyubi berkata, ” Demi Allah sesungguhnya penghancuran benteng di ‘Asqolan lebih aku sukai walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku, karena penguasaan ‘Askolan adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum Muslimin.” sekarang kota ‘Asqolan dikenal dengan nama kota Asduud di Negara Palestina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Pada bulan ini Sultan Murad II dari kekhalifahan Utsmaniyah mengadakan pengepungan kota Qostantiniyah dalam rangka menaklukan dan memasukannya dalam naungan Islam. Setelah sekian waktu peperangan berkecamuk dengan sangat dasyatnya dan beliau tidak mampu menaklukannya akhirnya beliau kembali kepusat pemerintahannya tampa membawa hasil yang dicita-citakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Atas perintah Khalifah fatimi panglima Jauhar Ash Shiqili meletakan pondasi pertama pendirian Jami’ (Masjid) Al Azhar. Pada tahun 378 H fungsi masjid ditambah menjadi suatu Universitas dengan dilakukan pembentukan staff pengajar yang pembahasan utamanya adalah permasalahan hukum-hukum keislaman. sepanjang masa Al Azhar selalu menyambut gembira kedatangan para pelajar yang berkeinginan belajar disana. segala fasilitas disediakan seperti tempat tinggal, kebutuhan hidup bahkan halaqoh (kelompok belajar) ilmu-ilmu keislaman yang beragam sehingga para penuntut ilmu dapat memilih halaqoh yang dikehendakinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitupula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Semboyan pasukan pada peperangan tersebut adalah Allahu Akbar ( Allah Maha Besar).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Pada bulan ini Kholid bin Walid salah seorang sahabat terkemuka yang terkenal dengan keberaniannya dan panglima perang dalam berbagai peperangan baik sebelum Islam atau sesudahnya meninggal dunia. Beliau masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah pada tahun 7 H.Umar bin Khatab RA memimpin sholat jenazah Beliau lalu dimakamkan di Hims dan ada pula yang mengatakan di Madinah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Pada bulan ini Napoleon Bonaparte beserta pasukannya melakukan ekspansi ke Mesir tepatnya di kawasan Ghiza, usaha ini mengalami kegagalan sehingga pada tanggal 23 Ramadhan seluruh pasukan meninggalkan Mesir menuju wilayah Syam.&lt;/p&gt; 11. Hancurnya berhala-berhala, seperti Latta, Uzza, dan Mana’at milik kaum kafir Quraisy pas di bulan penuh rahmat dan ampunan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-1133684314497236814?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/1133684314497236814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/peristiwa-peristiwa-penting-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/1133684314497236814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/1133684314497236814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/peristiwa-peristiwa-penting-di-bulan.html' title=''/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-7361433972963673737</id><published>2009-09-02T13:22:00.000+07:00</published><updated>2009-09-02T15:04:30.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;h1 style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Doa Berbuka Puasa Sunnah&lt;/h1&gt;          			&lt;/div&gt;&lt;!--end post header--&gt; 			&lt;div style="font-style: italic;" class="meta clear"&gt; 				 				&lt;div class="author"&gt;&lt;font size="1"&gt;by dialogimani&lt;/font&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4VHs9i0MI/AAAAAAAAACY/799PUd3gc5E/s1600-h/puasa-selamat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 433px; height: 280px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4VHs9i0MI/AAAAAAAAACY/799PUd3gc5E/s320/puasa-selamat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376758227199512770" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;/div&gt;&lt;!--end meta--&gt; 			&lt;div class="entry clear"&gt; 				&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Ketika berbuka puasa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasalam  menuntunkan kita untuk berdoa dengan lafadz:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Semoga hilang rasa dahaga, dan basah kembali urat-urat dan Insya Allah mendapat pahala (disisi-Nya).” (HR Abu Daud No 2357 dengan sanad hasan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah lafadz yang shahih dari Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasalam tentang doa ketika berbuka puasa. Adapun lafadz doa buka puasa yang bunyinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. “&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lafadz doa ini terdapat dalam sunan Abu Daud No 2358. Namun sanadnya lemah, karena disamping hadits ini mursal juga didalamnya terdapat perawi yang majhul (tidak dikenal) yaitu perawi yang bernama Muadz bin Zahrah. (Lihat Irwa’ul Ghalil, Syeikh Albani, 4/38 dan Dhaif Sunan Abi Daud No 510)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula lafadz doa berbuka puasa yang bunyinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْناَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ya Allah, untuk-Mu kami berpuasa dan dengan rizki-Mu kami berbuka. Ya Allah, terimalah (amal-amal) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lafadz doa ini terdapat dalam sunan Daru Quthni 240, Ibnu Sunni dalam kitab Amalul Yaumi Wal Lailah no 474 dan Thabrani. Namun sanad hadits ini dhaif jiddan (lemah sekali) karena di dalamnya terdapat perawi yang bernama Abdul Malik bin Harun. Oleh As-Sa’di ia dijuluki dajjal (pendusta) dan haditsnya tidak dipakai. (Lihat Irwa’ul Ghalil, Syeikh Albani, 4/36)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karenanya, doa berbuka puasa yang dituntunkan untuk kita baca adalah doa yang pertama yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Sedangkan riwayat kedua dan ketiga karena haditsnya lemah maka tidak perlu kita amalkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan doa berbuka puasa ini sifatnya umum, dapat dibaca ketika melakukan berbuka puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan puasa nadzar ataupun ketika berbuka dari puasa sunnah seperti puasa senin kamis, puasa Daud dan lain-lain, mengingat keumuman hadits tersebut dan tidak adanya dalil yang mengecualikan dalam hal ini, juga karena tidak adanya riwayat yang menjelaskan adanya doa berbuka puasa yang khusus untuk puasa sunnah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahu Ta’ala a’lam bish showab.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;				        			&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-7361433972963673737?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/7361433972963673737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/doa-berbuka-puasa-sunnah-by-dialogimani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/7361433972963673737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/7361433972963673737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/09/doa-berbuka-puasa-sunnah-by-dialogimani.html' title=''/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Sp4VHs9i0MI/AAAAAAAAACY/799PUd3gc5E/s72-c/puasa-selamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-3790519363989212176</id><published>2009-08-20T09:30:00.000+07:00</published><updated>2009-08-20T09:38:56.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><title type='text'>Beberapa Tips Diterimanya Doa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Soy2dVEogAI/AAAAAAAAACI/C1oHzbYrzRY/s1600-h/sabar02%5B1%5D_t2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Soy2dVEogAI/AAAAAAAAACI/C1oHzbYrzRY/s320/sabar02%5B1%5D_t2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371869070535196674" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, seorang Arab Badui bertanya kepada Nabi SAW: “Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?” Nabi SAW terdiam, hingga turunlah surat Al-Baqarah ayat 186: &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/qs2_186.gif" title="qs2_186.gif"&gt;&lt;img src="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/qs2_186.gif" alt="qs2_186.gif"&gt;&lt;img src="file:///D:/bay/sabar02%5B1%5D_t2.jpg" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Didalam ayat disebutkan bahwa keberadaan Allah SWT adalah sangat dekat, sehingga kita semua tidak perlu untuk berteriak keras ketika memohon kepadanya. Bahkan Allah SWT lebih dekat daripada urat leher kita (Qaaf 16):&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;a href="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/qs-qaaf-16.gif" title="qs-qaaf-16.gif"&gt;&lt;img src="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/qs-qaaf-16.gif" alt="qs-qaaf-16.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; Dalam ayat di surat Al-Baqarah diatas merupakan janji Allah SWT untuk mengabulkan doa bila kita berdoa kepadaNya. Jadi doa itu harus dilakukan secara langsung kepadanya, tidak perlu perantara mahluk Allah yang lain dalam berdoa. Yakinlah akan janji ini dan berprasangkalah yang baik bahwa doa kita akan dikabulkan. Allah SWT dalam suatu hadits qudsi pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/hds-prasangka.gif" title="hds-prasangka.gif"&gt;&lt;img src="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/hds-prasangka.thumbnail.gif" alt="hds-prasangka.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;  &lt;font style="line-height: 115%;" face="'Calibri','sans-serif'" size="3"&gt;Jadi berprasangkalah baik bahwa Allah SWT akan mengabulkan dosa kita, niscaya Dia akan bersama dengan harapan kita. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam berdoa adalah jangan tergesa-gesa. Rasulullah SAW pernah berkata:&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/hds-tergesa.gif" title="hds-tergesa.gif"&gt;&lt;img src="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/hds-tergesa.gif" alt="hds-tergesa.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Akan diterima doa siapapun yang tidak tergesa-gesa.”&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Maksudnya adalah jangan cepat berkata bahwa “Allah tidak menerima doaku” setelah beberapa kali berdoa. Ada kemungkinan Allah SWT masih menunda mengabulkan doa. Kita harus bersabar sampai doa kita diterima atau Allah SWT memberikan solusi lain yang lebih baik bagi kita.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;font style="line-height: 115%;" face="'Calibri','sans-serif'" size="3"&gt;Yang menarik ayat 186 surat Al-Baqarah ini terletak diantara ayat-ayat berhubungan tentang ibadah di bulan Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa didalam bulan Ramadhan kita sangat dianjurkan untuk berdoa. Bukankah orang yang berpuasa itu doanya tidak akan ditolak seperti hadits Nabi SAW tentang tiga golongan yang tidak ditolak doanya yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka dan orang yang didzalimi:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/hds-3-golongan.gif" title="hds-3-golongan.gif"&gt;&lt;img src="http://kultum.files.wordpress.com/2007/10/hds-3-golongan.gif" alt="hds-3-golongan.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu a’lam bish showab,&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-3790519363989212176?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/3790519363989212176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/08/beberapa-tips-diterimanya-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/3790519363989212176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/3790519363989212176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/08/beberapa-tips-diterimanya-doa.html' title='Beberapa Tips Diterimanya Doa'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/Soy2dVEogAI/AAAAAAAAACI/C1oHzbYrzRY/s72-c/sabar02%5B1%5D_t2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-3791266839068373736</id><published>2009-08-14T14:53:00.000+07:00</published><updated>2009-08-14T14:54:38.112+07:00</updated><title type='text'>For Muslimah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\yuni\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -19; margin-left: 348px; margin-top: 0px; width: 372px; height: 360px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1027" height="360" width="372" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t12" coordsize="21600,21600" spt="12" path="m10800,l8280,8259,,8259r6720,5146l4200,21600r6600,-5019l17400,21600,14880,13405,21600,8259r-8280,xe"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="custom" connectlocs="10800,0;0,8259;4200,21600;17400,21600;21600,8259" textboxrect="6720,8259,14880,15628"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1045" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 20;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 694px; top: -40px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1045" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1044" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;margin-left:7in;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 19;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 670px; top: -64px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1044" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1043" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;margin-left:486pt;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 18;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 646px; top: -40px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1043" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1042" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;margin-left:468pt;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 17;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 622px; top: -64px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1042" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1041" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;margin-left:27pt;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 16;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 34px; top: -64px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1041" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1032" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;margin-left:-18pt;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 7;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -26px; top: -4px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1032" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1028" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;margin-left:-18pt;" fillcolor="yellow"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 3; margin-left: -26px; margin-top: 68px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" shapes="_x0000_s1028" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t163" coordsize="21600,21600" spt="163" adj="11475" path="m,l21600,m,21600c7200@1,14400@1,21600,21600e"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="prod #0 4 3"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 7200"&gt;   &lt;v:f eqn="val #0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #0 2 3"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @3 7200 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path textpathok="t" connecttype="custom" connectlocs="10800,0;0,10800;10800,@2;21600,10800" connectangles="270,180,90,0"&gt;  &lt;v:textpath on="t" fitshape="t" xscale="t"&gt;  &lt;v:handles&gt;   &lt;v:h position="center,#0" yrange="1350,21600"&gt;  &lt;/v:handles&gt;  &lt;o:lock ext="edit" text="t" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t163" style="'position:absolute;" fillcolor="#9400ed" strokecolor="#eaeaea" strokeweight="1pt"&gt;  &lt;v:fill color2="blue" angle="-90" colors="0 #a603ab;13763f #0819fb;22938f #1a8d48;34079f yellow;47841f #ee3f17;57672f #e81766;1 #a603ab" method="none" type="gradient"&gt;  &lt;v:shadow on="t" type="perspective" color="silver" opacity="52429f" origin="-.5,.5" matrix=",46340f,,.5,,-4768371582e-16"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" xscale="f" string="La Tahzan Saudariku"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 1;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 74px; top: -53px; width: 539px; height: 62px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" alt="La Tahzan Saudariku" shapes="_x0000_s1026" height="62" width="539" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Ketentraman bathinmu terdapat pada imanmu,&lt;br /&gt;Selamatnya hatimu terdapat dalam ridha hatimu,&lt;br /&gt;Keteduhan matamu terdapat dalam shalatmu,&lt;br /&gt;Kecantikan wajahmu terdapat pada senyummu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1029" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 4; margin-left: -26px; margin-top: 44px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" shapes="_x0000_s1029" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Kehormatanmu terdapat pada hijab mu,&lt;br /&gt;Ketenangan pikiranmu terdapat dalam zikirmu,&lt;br /&gt;Saudariku, engkau dengan kecantikanmu lebih anggun dari sang surya,&lt;br /&gt;Dengan akhlakmu lebih harum dari minyak wangi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;" fillcolor="yellow"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 5; margin-left: -26px; margin-top: 20px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.gif" shapes="_x0000_s1030" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Dengan hatimu lebih terhormat dari tetesan hujan,&lt;br /&gt;Dengan ketawadu’anmu lebih tinggi dari rembulan,&lt;br /&gt;Maka peliharalah kecantikan mu dengan iman,&lt;br /&gt;Dengan ridha dlm syukur dan dengan kemuliaan hijab mu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;" fillcolor="blue"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 6; margin-left: -26px; margin-top: 20px; width: 28px; height: 56px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" shapes="_x0000_s1031" height="56" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Jadilah seperti intan didasar laut yg dlm,yg orng susah mengambilnya,dan perlu perjuangan untk mendapatkan nya,mahal harga nya,indah kilaunya,bening warnanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 19pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَإِنِّي مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِمْ بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌ بِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُونَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1040" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;left:0;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 15; left: 0px; margin-left: 694px; margin-top: 36px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" shapes="_x0000_s1040" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1038" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" fillcolor="lime"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 13; left: 0px; margin-left: 490px; margin-top: 36px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" shapes="_x0000_s1038" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1039" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" fillcolor="red"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 14; left: 0px; margin-left: 598px; margin-top: 36px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image011.gif" shapes="_x0000_s1039" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1037" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 12; left: 0px; margin-left: 394px; margin-top: 36px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" shapes="_x0000_s1037" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1036" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" fillcolor="aqua"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 11; left: 0px; margin-left: 286px; margin-top: 36px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.gif" shapes="_x0000_s1036" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1034" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 9; left: 0px; margin-left: 190px; margin-top: 36px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" shapes="_x0000_s1034" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1035" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" fillcolor="yellow"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 10; left: 0px; margin-left: 82px; margin-top: 36px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image013.gif" shapes="_x0000_s1035" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1033" type="#_x0000_t12" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" fillcolor="fuchsia"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 8; left: 0px; margin-left: -26px; margin-top: 24px; width: 28px; height: 55px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/yuni/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" shapes="_x0000_s1033" height="55" width="28" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;“&lt;em&gt;Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan membawa &lt;/em&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&lt;i&gt;hadiah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.&lt;/em&gt;” (&lt;strong&gt;An-Naml: 35&lt;/strong&gt;)&lt;span style="font-size: 7pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-3791266839068373736?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/3791266839068373736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/08/for-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/3791266839068373736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/3791266839068373736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/08/for-muslimah.html' title='For Muslimah'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-5626627123835951304</id><published>2009-08-14T14:33:00.000+07:00</published><updated>2009-08-20T09:38:36.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Mukjizat Ilmiah dalam Puasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SoUUG-QOXOI/AAAAAAAAACA/Sl_Kf_9yvbk/s1600-h/avatar%5B1763%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SoUUG-QOXOI/AAAAAAAAACA/Sl_Kf_9yvbk/s320/avatar%5B1763%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369720240732003554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman,&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;span style="font-family: webdings;font-size:130%;" &gt;‘Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.’ (al-Baqarah: 183)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="file:///D:/bay/avatar%5B1763%5D.gif" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///D:/bay/avatar%5B1763%5D.gif" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Mukjiat Pertama: Keharusan Puasa bagi Setiap Orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan hari ini menganggap puasa sebagai fenomena yang vital dan fitri, dimana kehidupan yang sempurna dan kesehatan yang baik tidak bisa diperoleh tanpanya. Apabial seseorang atau bahkan seekor binatang tidak berpuasa, maka ia akan terjangkit berbagai macam penyakit. McFadon, seorang ahli kesehatan Amerika, mengatakan, ‘Setiap orang perlu puasa, karena kalau tidak maka ia akan sakit. Karena racun makanan berkumpul dalam tubuh dan membuatnya seperti orang sakit, memberatkan tubuhnya, dan mengurangi vitalitasnya. Apabila ia berpuasa, maka berat badannya menurun, dan racun-racun ini terurai daritubuhnya dan keluar, sehingga tubuhnya menjadi bersih secara sempurna, lalu bobot tubuhnya akan kembali naik, dan sel-selnya kembali baru dalam waktu tidak lebih dari 20 hari setelah berhenti puasa. Pada saat itu ia merasakan vitalitas dan kekuatan yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.’&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di antara manfaat kesehatan dari puasa adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merilekskan tubuh dan memperbaiki syarafnya.&lt;br /&gt;2. Menyerap zat-zat yang mengendap di usus. Pengendapan dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan perubahan endapan itu menjadi kotoran yang beracun.&lt;br /&gt;3. Memperbaiki fungsi pencernaan dan penyerapan.&lt;br /&gt;4. Mengembalikan vitalitas organ pembuangan, dan memperbaiki fungsinya untuk membersihkan tubuh, yang mengakibatkan terkontrolnya stabilitas dalam darah dan berbagai cairan dalam tubuh.&lt;br /&gt;5. Mengurai zat-zat yang berlebihan dan endapan-endapan di dalam jaringan yang sakit.&lt;br /&gt;6. Mengembalikan keremajaan dan vitalitas sel-sel dan berbagai jaringan dalam tubuh.&lt;br /&gt;7. Menguatkan indera dan meningkatkan IQ.&lt;br /&gt;8. Memperbagus dan membersihkan Kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexis Carrel, pemenang hadiah Nobel di bidang kedokteran, dalam bukunya Man the Unknown mengatakan, ‘Banyaknya porsi makanan dapat melemahkan fungsi organ, dan itu merupakan faktor yang besar bagi berdiamnya jenis-jenis kuman dalam tubuh. Fungsi tersebut adalah fungsi adaptasi terhadap porsi makanan yang sedikit…Gula pada jantung bergerak, dan bergerak pula lemak yang tersimpan dalam kulit. Semua organ tubuh mengeluarkan zat khususnya untuk mempertahankan keseimbangan internal dan kesehatan jantung. Puasa benar-benar membersingkan dan pengganti jaringan tubuh kita.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Mukjizat Kedua: Minimal Puasa Satu Bulan dalam Setahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, ‘Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.’ (al-Baqarah: 185)&lt;br /&gt;Prof. Nicko Lev dalam bukunya Hungry for Healthy mengatakan, ‘Setiap orang harus berpuasa dengan berpantang makan selama empat minggu setiap tahun, agar ia memperoleh kesehatan yang sempurna sepanjang hidupnya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Mukjizat Ketiga: Mengenai Penetapan Waktu Puasa dari Matahari Terbit hingga Matahari Terbenam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu puasa syar‘i adalah dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari, dengan tidak berlebihan saat berbuka puasa. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa jarak waktu yang tepat untuk puasa adalah antara 12 hingga 18 jam. Sesudah itu, simpanan gula dalam tubuh mulai terurai. Dreanik dkk. pada tahun 1964 mencatat sejumlah penyakit komplikasi kritis akibat berpuasa lebih dari 31 hari (wishal). Di sini tampak jelas mukjizat Nabawi dalam larangan puasa wishal atau bersambung.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, ‘Janganlah kalian puasa wishal.’ Para sahabat bertanya, ‘Tetapi engkau berpuasa wishal, ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Kalian tidak sepertiku. Sesungguhnya Tuhanku memberiku makan dan minum saat aku tidur malam.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Mukjizat Keempat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ilmiah membuktikan urgensi makan sahur dan berbuka untuk mensuplai tubuh dengan asam lemak dan amino. Tanpa kedua zat ini, lemak dalam tubuh akan terurai dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan sirosis pada hati, dan menimbulkan berbagai bahaya besar bagi tubuh. Nabi saw bersabda, ‘Umatku akan tetap dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-5626627123835951304?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/5626627123835951304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/08/mukjizat-ilmiah-dalam-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/5626627123835951304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/5626627123835951304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/08/mukjizat-ilmiah-dalam-puasa.html' title='Mukjizat Ilmiah dalam Puasa'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TzV9e2R_lNA/SoUUG-QOXOI/AAAAAAAAACA/Sl_Kf_9yvbk/s72-c/avatar%5B1763%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-5096259672817592121</id><published>2009-08-12T10:06:00.001+07:00</published><updated>2009-08-12T10:11:14.827+07:00</updated><title type='text'>Sosok Rijalud Dakwah</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Sosok Rijalud Dakwah&lt;/h2&gt;                &lt;span class="tanggal"&gt;Monday, 12/01/2009 10:00 WIB&lt;/span&gt;    &lt;a style="background: transparent url(/img/icon/print.gif) no-repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;" href="javascript:print();"&gt;Cetak&lt;/a&gt; |     &lt;a style="background: transparent url(/img/icon/email.gif) no-repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;" href="http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/deskripsi-ikhwan/send/sosok-rijalud-dakwah"&gt;Kirim&lt;/a&gt; |     &lt;a style="background: transparent url(/img/icon/rss.gif) no-repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;" href="http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/deskripsi-ikhwan/rss"&gt;RSS&lt;/a&gt;                &lt;span class="intro2"&gt;Barangsiapa berpegang teguh pada Islam secara sempurna, ia tak dapat digoyahkan oleh manusia bahkan gunung sekalipun. Tak dapat dihalangi oleh berbagai ujian., kekerasan dan rasa takut.&lt;/span&gt;     &lt;div class="garis-bawah"&gt;     &lt;div class="kotak"&gt;&lt;p&gt;Dari Buku: Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penulis: Syaikh Jasim Muhalhil.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;Sesungguhnya da'wah menjadi tinggi dan mulia dengan ketinggian dan kemuliaan pendukungnya. Harakah Ikhwan mengakui, hal positif dan negatif dari manhaj teoritisnya yang dapat diambil pada buku-buku yang sudah disebarluaskan, bagaimana tingkat ketsiqahan anggotanya terhadap manhaj. Diantaranya adalah menganalisa suatu masalah, sebagaimana terlihat dalam sikap dan tindakan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun tindakan pribadi (fardi) juga berbagai pemyataan spontan atas berbagai masalah, hal tersebut sama sekali tidak mencerminkan harakah secara umum. Sebab memang demikianlah tabi'at suatu pertumbuhan, yang juga erat dengan situasi kondusif yang mendukung prilaku tersebut. Di sini, akan kami paparkan contoh-contoh pribadi yang hendak dihasilkan Ikhwan melalui proses tarbiyah dan arahan mereka. Semua ini tentu saja terwujud setelah taufiq dari Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Seorang Mujahid yang Menjadikan Da'wah sebagai Obsesinya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Hasan al-Banna mengatakan: "Saya dapat menggambarkan sosok mujahid adalah seorang yang dalam kondisi mempersiapkan dan membekali diri, berpikir tentang keberadaannya pada segenap dinding hatinya. la selalu dalam keadaan berpikir. Waspada di atas kaki yang selalu dalam kondisi siap. Bila diseru ia menyambut seruan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu pagi dan petangnya, bicaranya, keseriusannya, dan permainannya, tidak melanggar arena yang ia persiapkan diri untuknya. Tidak melakukan kecuali misinya yang memang telah meletakkan hidup dan kehendaknya di atas misinya. Berjihad di jalannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda dapat membaca hal tersebut pada raut wajahnya. Anda dapat melihatnya pada bola matanya.  Anda dapat mendengarnya dari ucapan lidahnya yang menunjukkanmu terhadap sesuatu yang bergolak dalam hatinya, suasana tekad, semangat besar serta tujuan jangka panjang yang telah memuncak dalam jiwanya. Jiwa yang jauh dari unsur menarik keuntungan ringan di balik perjuangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun seorang mujahid yang tidur sepenuh kelopak matanya, makan seluas mulutnya, tertawa selebar bibirnya, dan menggunakan waktunya untuk bermain dan kesia-siaan, mustahil ia termasuk orang-orang yang menang, dan mustahil tercatat dalam jumlah para mujahidin."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Da’i Yang Bergerak Karena Allah swt.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adalah da'i yang berlari memohon syahadah kepada Allah swt. di saat melakukan tugas da'wah ilallah. Sebagaimana syahidnya 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi radhiallahu'anhu yang menda'wahkan kaumnya kepada Islam. 'Urwah adalah satu dari dua tokoh besar kaum musyrikin yang disebutkan dalam firman Allah, tentang perkataan kaum musyrikin:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Dan mereka berkata, "Mengapa al-Qur'an tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekkah dan Thaij) ini?"&lt;/em&gt; (QS. az-Zukhruf: 31)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ia menyatakan diri masuk Islam, sekaligus menda'wahkan kaumnya kepada Islam, bertubi-tubi tombak dan anak panah dari segala arah merobek tubuhnya hingga syahid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Da’iyah yang Memiliki Semangat Tinggi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota harakah Ikwan, harus mempunyai semangat tinggi sebagaimana semangat al-Aslami  adhiallahu ‘anhu yang pernah diceritakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah: “Bila anda ingin melihat  tingkatan semangat, lihatlah semangat Rabi'ah bin Ka'b al-Aslami radhiallahu'anhu. Rasul saw. berkata: "Mintalah kepadaku." Ka'b mengatakan: "Aku ingin menjadi pendampingmu di.surga." Sementara orang lain ada yang meminta makanan dan pakaian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Da'i yang Memegang Teguh Janjinya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang akh, dibina untuk mengerti dan melaksanakan sikap shidiq, sebagai sikap mulia para sahabat ridhwanullahi'alaihim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti kisah Anas bin Nadhr radhiallahu'anhu yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Bahwa Anas bin Nadhr, absen dalam peperangan Badar. Beliau mengatakan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Aku tidak ikut dalam perang pertama yang disaksikan Rasulullah saw. Bila Rasulullah kembali  berperang melawan kaum Quraisy setelah Badar, niscaya Allah 'Azza wa Jalla akan memperlihatkan apa yang akan kuperbuat."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di saat perang Uhud, ummat Islam menderita kekalahan. Seseorang berkata kepada Sa'ad bin Mu'adz radhiallahu'anhu: "Wahai Sa'ad hendak kemana anda?" "Saya ingin menghampiri aroma surga di balik Uhud.' Sa'ad berangkat hingga syahid. Di tubuhnya terdapat lebih dari delapan puluh luka akibat  pukulan pedang, tombak dan anak panah. Hingga jasadnya tak dikenal lagi oleh saudari perempuannya, kecuali melalui pakaiannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu turunlah firman Allah swt. : &lt;em&gt;“Di antara orang-orang mu'min ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah janjinya.”&lt;/em&gt; (QS. aI-Ahzab: 23)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah seharusnya sikap teguh terhadap janji.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Seimbang dalam Semua Kondisi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ikhwan membina anggotanya agar memiliki sikap berani, namun tidak mengabaikan sikap hati-hati, jauh dari sikap sembrono dan emosional. Mungkin sedikit manusia yang. dapat seimbang melakukan hal ini. Seorang yang dibiasakan bersikap pemberani, selalu berusaha memutuskan seluruh rintangan yang mengikatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga memiliki keta'atan tinggi yang diikat oleh kesadaran syar'i yang cermat, jelas, tidak  serampangan dan bukan sikap mengikut buta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, anggota Ikhwan selalu memelihara potensi yang Allah anugerahkan pada dirinya. Seorang Ikhwan secara khusus mengerahkan semua kekuatannnya kepada seluruh yang mendatangkan manfaat kepada da'wah. Penyaluran potensi itu tidak dibiarkan tanpa kendali, tanpa arah dan tujuan yang jelas. Ikhwan senantiasa mengiringinya dengan langkah takhtith (perencanaan) matang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Da'i yang komitmen terhadap petunjuk nabawi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang da'i yang berjalan di atas jalur syari'at, tunduk kepada sunnah, menjauh dari prilaku bid'ah dan semua yang tidak diperintahkan .oleh Rasulullah saw. Tindak tanduknya, sebagaimana petunjuk hadits Nabawi. la mengambil agamanya dari mata air Islam yang jernih dan minum dari sumber keimanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila ditanya tentang prinsipnya, ia mengatakan: “Ittiba’”. Bila ditanya tentang pakaiannya, ia mengatakan: "Taqwa." Bila ditanya tentang maksud serta tujuannya, ia mengatakan: "Ridha Allah." Dan bila ditanya di mana ia menghabiskan waktunya di waktu pagi hingga petang, ia menjawab: &lt;em&gt;"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang."&lt;/em&gt; (Qs. an-Nur: 36)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan di medan da’wah serta mengembalikan manusia ke jalan al-haq. Bila ditanya tentang nasabnya, ia mengatakan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang tuaku adalah Islam. Tidak ada orang tuaku selainnya. Sementara orang bangga dengan keturunan Qais atau Tamim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Da’i yang Sabar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ikhwan terbina dengan akhlaq sabar, sehingga di awal perj alanannya, salah seorang Ikhwan telah mengetahui apa yang diucapkan Ibnul Qayyim rahimahullah: "Sesungguhnya sikap untuk lebih mengutamakan ridha Allah, pasti akan berhadapan dengan permusuhan manusia, siksa, bahkan upaya mereka untuk membunuhnya. Yang demikian adalah sunnatullah di antara makhluk-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila tidak demikian, lalu apa dosa para Nabi dan Rasul yang memerintahkan keadilan di antara manusia dan menegakkan agama Allah ?" Maka barangsiapa yang lebih mengutamakan keridhaan Allah, niscaya ia akan memperoleh permusuhan dari orang alim yang jahat, manusia yang menyimpang, yang bodoh, pelaku bid'ah, yang banyak berdosa, dan penguasa bathil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa berpegang teguh pada Islam secara sempurna, ia tak dapat digoyahkan oleh manusia bahkan gunung sekalipun. Tak dapat dihalangi oleh berbagai ujian., kekerasan dan rasa takut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka mengetahui bahwa kesabaran dapat dilakukan melalui dua perkara: tarbiyah atas sikap zuhud di dunia dan zuhud terhadap pujian. Tidaklah seseorang itu melemah, atau terlambat, dalam jalan ini, kecuali karena kecintaannya yang demikian besar pada kehidupan, kekekalan, serta kecintaannya pada pujian manusia dan upaya menjauhi kecaman mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jalan ini, bagi mereka, merupakan jalan yang pasti berhadapan dengan pendustaaan, pengusiran, dan siksaan, seperti ungkapan Ibnul Qayyim al-Jauzi rahimahullah: "Seseorang yang berlalu menuju Allah swt. adalah sebagai uswah. Dan itulah predikat yang sangat mulia. Seorang yang berakal cerdas rela beruswah kepada para Rasulullah, para Anbiya, Aulia, dan orang-orang yang dipilih Allah dari para hamba-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Merekalah kelompok manusia yang paling berat ujiannya. Siksaan manusia terhadap mereka, lebih cepat berjalannya dari pada air mata. Cukuplah, contoh kisah yang disebutkan tentang perjuangan para Anbiya alaihimus salam bersama ummat mereka, juga perjuangan Rasulullah saw. Bagaimana siksaan musuh-musuh terhadap mereka. Siksaan berat yang belum pemah menimpa orang sebelum mereka."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waraqah bin Naufal pemah berkata kepada Nabi saw.,"Engkau pasti akan didustai, diusir dan disiksa." Kemudian beliau bersabda: 'Tak seorangpun yang datang sebagaimana yang aku perjuangkan kecuali ia akan mengalami kondisi serupa dengan apa yang kualami."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hukum ini berlaku hingga kepada para pewaris-pewarisnya. Tidakkah seorang hamba ridha menjadikan hamba terbaik Allah swt. sebagai uswahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemberi Infaq yang Tidak Kikir Terhadap Da'wahnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana disifatkan oleh pemimpin mereka Imam Hasan al-Banna rahimahullah: "Mereka tidak kikir terhadap da'wah, meski harus mengeluarkannya dari jatah makanan anak-anak mereka, mengucurkan darah mereka, atau harga mahal untuk kebutuhan primer. Apalagi dari kebutuhan sekunder, dan keperluan yang tidak mendesak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka, tatkala menanggung beban da'wah ini, benar-benar mengetahui bahwa ia merupakan jalan da'wah yang tidak mungkin dilalui dengan sedikit pengorbanan darah dan harta. Maka mereka keluarkan hal itu seluruhnya karena Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Singkatnya, seorang al-akh dari mereka tengah melakukan perjalanan menuju Allah swt. bersama kelompok al-haq dan kafilah tauhid. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai keyakinan besar, para pendidik, manusia yang sadar, dan berpegang teguh kepada Islam, yang sedang mempersiapkan diri dengan ilmu, keahlian untuk berangkat berjihad. Masing-masing berlomba untuk bcrangkat, dan bila mereka berangkat mereka lakukan dengan penuh itqan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika mengalami situasi sulit dalam peperangan, mereka bersabar. Mereka tidak akan rela hingga da'wah mencapai tujuannya. Meskipun mereka harus memeras seluruh kemampuan dan pemikiran mereka habis- habisan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila mereka memberi perintah, perintah mereka kosong dari sikap memaksa. Dan bila mereka taat kepada perintah, ketaatan mereka terlepas dari sikap merasa hina. Bila mereka melontarkan kritik, kritik mereka jauh dari perusakan dan penghancuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memiliki disiplin tinggi, teratur, para murabbi, perancang strategi menuju sasaran yang jelas, orang-orang teguh pendirian, komitmen, yang bila diberi amanah sebagai pemimpin mereka lakukan dengan ikhlash, jika diposisikan sebagai prajurit, mereka lakukan dengan penuh ketaatan. Setiap masing-masing mereka mampu berpikir untuk terus meningkatkan kemampuannya secara seimbang untuk selalu berupaya mengatasi masalah yang dilihatnya, mengambil hukum suatu pekerjaan dan aktivitas dari pikirannya. Mereka merasa bertanggung jawab untuk membela Islam. Puas dengan jumlah yang sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam jiwa mereka terdengar sebuah prinsip yang begitu indah, &lt;em&gt;“Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat."&lt;/em&gt; (QS. ash- Shaff: 13)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa mereka bekerja keras di waktu siang, betapa indahnya lantunan "seruling" mereka, yang mereka ambil dari keluarga Daud pada waktu sahur. Kemudian saat mereka berhadapan dengan orang yang bengis dan keras, perkataan mereka adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan."&lt;/em&gt; (QS. Shaad: 11)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka bertolak ke arah yang jelas, bergerak bersama sikap komitmen dengan ketaqwaan. Sumpah setia mereka sejati, ketaatan mereka bukan keterpaksaan tapi kesadaran, pandangan mereka penuh prhitungan, wawasan pemikiran mereka luas dan tidak sempit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masing-masing berprinsip menjadi pendukung setia terhadap pemimpinnya, cita-cita mereka adalah bertemu dengan Rabb sebagai syuhada. Mereka memandang tanggung jawab syari'at sebagai penyejuk mata, penyenang hati, penghidup ruh, mencampakkan sistem thagut dan undang-undang yang bathil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para rijal yang selalu memerangi kehendak nafsu mereka. Hati mereka rindu pada ketaqwaan, merasa tenang dengan dzikir. Mereka mengetahui bahwa jihad adalah aplikasi kerahbaniyahan Islam. Karenanya mereka persiapkan diri dengan senjata, dan mereka hunus pedang, mereka bentangkan busur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka mengetahui bahwa arwah mereka akan kembali diantara penghuni kubur, mereka tinggalkan bangunan dunia, semangat mereka meninggi dan prilaku mereka menjadi lurus. Mereka adalah junudullah (tentara Allah) di manapun berada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka adalah para imam, pemberi petunjuk, dan pemimpin kaum beriman. Mata mereka sering terjaga di waktu malam, dan mata mereka kerap mengucurkan air mata. Berbahagialah orang yang berada dan berpegang teguh bersama mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para rijal yang komitmen dengan seruan Rasulullah saw, secara bathin dan zahir. Mereka berpendirian sebagaimana Rasul berpendirian. Mereka berjalan sebagaimana Rasul berjalan. Mereka ridha dengan keridhaan Rasul. Menyambut seruannya bila Rasul menyeru mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Landasan madzhab mereka adalah al-Qur'an dan sunnah, meninggalkan hawa nafsu, bid'ah, berpegang teguh dengan para imam dan berqudwah pada para salaf. Meninggalkan perbuatan bid'ah, berpendirian diatas apa yang ditempuh para generasi awwalun dari para sahabat, pembela Islam, sumur keimanan, inti sikap ihsan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengetahuan mereka murni mengambil dari misykat wahyu dan hadits Rasulullah saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para rijal yang meyakini bahwa mempelajari ilmu ikhlash karena Allah dapat melahirkan khasyiah (ketakutan), sehingga menuntut ilmu merupakan ibadah, mudzakarah mereka adalah tasbih, pembicaraan mereka adalah tentang "jihad" .Mereka menuntut ilmu hingga terkuaklah hijab yang menyelimuti hati mereka, sirna kegelapannya, berganti dengan fajar tauhid dan terpancar di dalamnya matahari keyakinan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jalan di hadapan mereka menjadi terang benderang, malamnya laksana siang. Hati dan jiwa mereka bangkit memperoleh al-Haq, dan meninggalkan selain-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlepas dari semua iradah mereka. Yang terpatri dalam hati mereka hanya bara khasyiyah yang membakar. Kerahasiaan mereka berhias al-haq, dan ‘alaniyah (keterbukaan) mereka terhias oleh akhlaq.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-5096259672817592121?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/5096259672817592121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/08/sosok-rijalud-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/5096259672817592121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/5096259672817592121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/08/sosok-rijalud-dakwah.html' title='Sosok Rijalud Dakwah'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-549911032551697048</id><published>2009-05-24T23:33:00.000+07:00</published><updated>2009-05-24T23:38:23.749+07:00</updated><title type='text'>Internet dalam belajar dan mengajar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:180%;" &gt;&lt;b&gt;Internet dalam belajar dan mengajar (&lt;a href="http://pendidikan.tv/comments.html" target="_blank"&gt;7 tahun kemudian - Membaca!&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di Internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu system yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan system pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal inibisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;Internet juga dapat didesentralisasikan dan diberdayakan. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara masing-masing atau secara massa yang dapat dilakukan dimana saja diseluruh dunia hanya dalam waktu beberapa detik saja. Kita dapat menyebarkan (publish) informasi yang bisa di akses dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara langsung (real time) melalui telepon dan unit video processing. Kita bisa melakukan "chat" melalui jaringan gratis "chat" yang sangat luas yaitu mIRC.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;&lt;b&gt;Bagi para guru internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih:&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;Pengembangan Profesional&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;(a) Meningkatkan pengetahuan&lt;br /&gt;(b) Berbagi sumber diantara rekan sejawat/ sedepartemen&lt;br /&gt;(c) Bekerjasama dengan guru-guru dari luar negeri&lt;br /&gt;(d) Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secra langsung&lt;br /&gt;(e) Mengatur komunikasi secara teratur&lt;br /&gt;(f)  Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;Sumber bahan mengajar :&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt; (a). Mengakses rencana belajar mengajar  &amp;amp; metodologi baru&lt;br /&gt;  (b). Bahan baku &amp;amp; bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran&lt;br /&gt;  (c). Mengumumkan dan berbagi sumber. Sangat tingginya popularitas / sangat tingginya minat untuk meningkatkan siswa lebih terfokus belajar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;&lt;b&gt;Untuk siswa Internet menawarkan kesempatan untuk;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;Belajar sendiri secara cepat :&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;(a). Meningkatkan pengetahuan&lt;br /&gt;  (b). Belajar berinteraktif&lt;br /&gt;  (c). Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;Memperkaya diri :&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;(a). Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain&lt;br /&gt;  (b). Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Verdana,Arial;color:#000000;"  &gt;Walaupun Internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan tersebut bagi para guru maupun para siswa, pemakaian Internet di kelas hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefisinasikan secara obyektif. Kegiatan siswa juga harus dimonitor dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-549911032551697048?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/549911032551697048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/internet-dalam-belajar-dan-mengajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/549911032551697048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/549911032551697048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/internet-dalam-belajar-dan-mengajar.html' title='Internet dalam belajar dan mengajar'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-6242498463691170013</id><published>2009-05-24T23:29:00.000+07:00</published><updated>2009-05-24T23:45:15.245+07:00</updated><title type='text'>Penelitian teknologi pendidikan</title><content type='html'>&lt;center&gt; &lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;Kita Sangat Perlu Penelitian&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/center&gt;&lt;br /&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt; &lt;img src="http://e-pendidikan.com/warnet.jpg" alt="Warnet" align="left" width="198" height="146"&gt;&lt;align="right"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Apakah, karena makin banyak siswa-siswi sekarang main Internet di warnet&lt;/b&gt; daripada menggunakan waktunya di rumah untuk mengulang pelajaran dari sekolah dan mengerjakan PRnya &lt;b&gt;ini sebagai salah satu sebabnya hasil dari &lt;a href="http://pendidikan.net/profilpendidikan.html#un" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Ujian Nasional (UN)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; kelihatannya menjadi lebih buruk?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pendidikan.net/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;cid=39&amp;amp;artid=648" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kita perlu tahu!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/align="right"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Teknologi pendidikan, misalnya&lt;/b&gt;; Whiteboard-Elektronik, OHP, Video, Televisi, e-Learning, Internet, dll, &lt;b&gt;selalu mutu akhirnya 100% tergantung mutu content dan proses pengajaran&lt;/b&gt;. Teknologi sendiri hanya sebagai medium. &lt;font color="#ff0000"&gt;&lt;b&gt;Kalau teknologi berhasil atau gagal tergantung content dan proses pengajaran, bukan teknologinya&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelihatannya teknologi seperti laptop murah belum dapat diimpor sesuai dengan harga yang disebutkan&lt;/b&gt;, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt; &lt;a href="http://www.linuxdevices.com/news/NS6301677114.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://e-pendidikan.com/municator.jpg" alt="$150 Linux Mini-PC dari Cina" align="left" border="0" width="91" height="94" hspace="2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;align="right"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;$150 Linux Mini-PC dari Cina&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Cina menawarkan komputer mini yang murah dan Berbasis-Linux sebagai cara untuk menutupi "digital divide" (jarak antara yang dapat akses teknologi dan yang belum). YellowSheepRiver membuat &lt;a href="http://www.linuxdevices.com/news/NS6301677114.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;$150 "Municator&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;" yang kelihatannya sudah siap dan dapat dipesan sekarang dengan "leadtime" 3 bulan, dan kelihatannya akan sampai di pasar sebelum MIT $100 komputer "One Laptop Per Child" (OLPC)". &lt;a href="http://www.engadget.com/2006/04/22/details-on-yellowsheeprivers-150-municator/" target="_blank"&gt;Info lebih lengkap&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;/align="right"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="122"&gt; &lt;img src="http://e-pendidikan.com/laptopleft.gif" alt="One Laptop Per Child" border="0" width="118" height="98"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td align="left" valign="center"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;E-Pendidikan&lt;/font&gt; Mendukung Program "&lt;a href="http://www.laptop.org/vision/index.shtml" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;One Laptop Per Child"&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="122"&gt; &lt;img src="http://e-pendidikan.com/laptopchilds.jpg" border="0" width="118" height="98"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Laptop ini dirancang untuk dipakai di negara berkembang (dengan harga $100 sekarang masih $188) . Bulan Januari, Michalis Bletsas, pejabat tinggi proyek ini mengatakan kepada BBC bahwa OLPC berharap menjual laptop ini untuk umum tahun depan. Pemerintah dapat membeli laptop berwarna hijau dan putih ini sampai 250.000 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://e-pendidikan.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;cid=48&amp;amp;artid=211" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Satu Anak Satu Laptop&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;:&lt;/b&gt; "To provide children around the world with new opportunities to explore, experiment and express themselves." &lt;a href="http://e-pendidikan.com/olpc-xo.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Informasi lanjut&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jadi tujuan kami di Pendidikan Network adalah mencari laptop dan teknologi lain dengan harga semurah mungkin untuk bidang pendidikan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-6242498463691170013?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/6242498463691170013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/penelitian-teknologi-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/6242498463691170013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/6242498463691170013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/penelitian-teknologi-pendidikan.html' title='Penelitian teknologi pendidikan'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-2001800049104119446</id><published>2009-05-24T23:24:00.000+07:00</published><updated>2009-05-24T23:45:15.252+07:00</updated><title type='text'>eknologi Adalah Solusi Perpustakaan</title><content type='html'>&lt;center&gt; &lt;a href="http://beritapendidikan.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewcat&amp;amp;cid=11" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://e-pendidikan.com/bhi.gif" alt="Berita Hari Ini" border="0" width="171" height="30"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/center&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kami sangat mendukung &lt;b&gt;perkembangan teknologi di bidang pendidikan&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;tetapi kami wajib untuk menjaga supaya teknologi dan aplikasinya adalah sesuai dengan kebutuhan&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Misalnya, Meningkatkan Peran dan Mutu Perpustakaan Sekolah&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt; &lt;center&gt;&lt;a href="http://pendidikan.net/perpustakaan.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://e-pendidikan.com/perpustakaanl.jpg" alt="Perpustakaan Sekolah dan Lingkungan" border="0" width="227" height="150"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah Teknologi Adalah Solusi Perpustakaan?&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kita perlu manajemen di sekolah yang baik supaya kita dapat menggunakan teknologi sebaik mungkin&lt;/b&gt;, misalnya &lt;a href="http://teknologipendidikan.com/laptop.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;laptop di sekolah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teknologi dapat digunakan, tetapi hanya akan betul bermanfaat setelah hal-hal (misalnya manajemen) sudah diatasi&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Implementasi teknologi di bidang pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan&lt;/b&gt; (master plan) &lt;b&gt;terhadap semua aspek pengembangan pendidikan secara seimbang&lt;/b&gt; (bukan secara proyek). Sering pengumuman yang muncul di media mengenai teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia pendidikan. &lt;b&gt;Kasus-kasus teknologi dan pendidikan tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusi umum&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ada isu-isu yang penting dan perlu dihadapi duluan misalnya: "&lt;a href="http://teknologipendidikan.com/pornografi.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Sekolah tak Bisa Tangkal Situs Porno&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;" yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;akan perlu SDM di tingkat sekolah yang sangat bermutu dan rajin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memang kita wajib untuk mencari solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia supaya kita tidak hanya mengulangkan kegagalan negara lain&lt;/b&gt;.  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-2001800049104119446?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/2001800049104119446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/eknologi-adalah-solusi-perpustakaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/2001800049104119446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/2001800049104119446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/eknologi-adalah-solusi-perpustakaan.html' title='eknologi Adalah Solusi Perpustakaan'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-6716843113757753123</id><published>2009-05-24T22:11:00.000+07:00</published><updated>2009-05-24T23:28:51.107+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 style="color: rgb(51, 102, 255); text-align: center;"&gt;Pilih BEKERJA atau BISNIS?!&lt;/h2&gt; 		              &lt;span class="tanggal"&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum&lt;/em&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dunia bisnis hanya diperuntukan bagi mereka yang terbukti layak disebut “&lt;strong&gt;PETARUNG SEJATI”, &lt;/strong&gt;motto kehidupan duniawinya coba saya ilustrasikan seperti mottonya kopassus (&lt;strong&gt;“Lebih baik pulang nama, daripada gagal dalam tugas” &lt;/strong&gt;) sebuah pola fikir &amp;amp; sikap mental yang sangat menginspirasi sebuah keberhasilan yang sensasional dimuka bumi, sebenarnya motto di atas hampir sudah dimiliki oleh mottonya kita di Islam, seorang muslim sejati wajib memiliki motto ini dalam kehidupannya: &lt;strong&gt;“ HIDUP MULIA atau MATI DIJALAN ALLAH SWT (baca: SYAHID) “&lt;/strong&gt;, artinya pebisnis adalah petarung sejati yang selalu mengambil jalannya para &lt;strong&gt;“CLIMBERS” (PENDAKI) &lt;/strong&gt;mereka yang terus mengabdikan hidupnya untuk terus mendaki, mendaki &amp;amp; terus mendaki sampai malaikat maut menjemput nyawanya, bukan jalannya para “CAMPERS” (BERKEMAH) apalagi para “ QUITTERS” (BERHENTI SEJAK AWAL) yang paling hobi mengatakan: belum bisa, belum pernah, belum pengalaman, atau kata – kata naïf lainnya yang mencerminkan sikap manja yang jauh dari nilai sebuah kejantanan (baca: petarung ) sejati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pebisnis jenis ini amat sangat banyak jumlahnya, apalagi di negeri ini, sering disebut yang level terendahnya sebagai pelaku pedagang kaki lima. Jadi singkat kesimpulannya mereka yang sedang “&lt;strong&gt;SOK SIBUK” beraktivitas &amp;amp; mengaku sebagai pebisnis &lt;/strong&gt;tetapi pertambahan pendapatannya baru bertambah kalau yang bersangkutan juga menambah jumlah waktu &amp;amp; energi kerjanya, maka manusia jenis ini masih belum layak meng claim atau menyebut dirinya sebagai &lt;strong&gt;“BUSINESS OWNER”, &lt;/strong&gt;mereka baru sebatas menjadi seorang &lt;strong&gt;“SELF EMPLOYEE” &lt;/strong&gt;atau terjemahan bahasa betawinya: &lt;strong&gt;PEKERJA MANDIRI &lt;/strong&gt;atau bisa juga disebut &lt;strong&gt;PEKERJA BISNIS&lt;/strong&gt;, yang pasti bukan Business Owner?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para netter yang dirahmati &amp;amp; dicintai Allah SWT, sudah sangat tidak mungkin memberikan perubahan mindset &amp;amp; sikap mental anda untuk menjadi PEBISNIS sejati &lt;strong&gt;hanya sekedar anda menyelesaikan bacaan ini &lt;/strong&gt;atau &lt;strong&gt;mengulang – ulang bacaan tulisan saya ini sampai hapal, &lt;/strong&gt; karena dibutuhkan banyak dimensi untuk sebuah proses perubahan, minimal pertemuan muka guna menyerap aura anda secara langsung, biasanya dengan bertatap muka kita sudah bisa memprediksi peluang yang bersangkutan, bisa menjadi apa dimasa depannya, karena insya Allah&lt;strong&gt; “ Anda adalah apa yang anda pikirkan!!! “, &lt;/strong&gt;itulah gunanya bertatap muka sekaligus bersilaturahmi, membuka peluang rezeki …………….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam kapasitas saya selaku MASTER TRAINER Indonesia sejak 1997 yang bertugas membantu memberdayakan perubahan SDM secara komprehensif dibutuhkan 3 komponen besar dalam proses pemberdayaan manusia, yaitu unsure: Kognitif, Afektif, &amp;amp; Psikomotorik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kognitif&lt;/strong&gt; yang akan mengantarkan anda memiliki &lt;strong&gt;KNOWLEDGE (pengetahuan ), &lt;/strong&gt;lalu &lt;strong&gt;Afektif &lt;/strong&gt;yang akan membuat anda memiliki sikap mental siap berubah total yang berwujud &lt;strong&gt;ATTITUTE&lt;/strong&gt;, &amp;amp; &lt;strong&gt;psikomotorik&lt;/strong&gt; yang mengakibatkan anda akhirnya memiliki ketrampilan hidup baru, yaitu &lt;strong&gt;LIFE SKILL&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, tanpa bermaksud untuk memberikan informasi yang kontradiksi, pada kesempatan ini bagi para netter yang menginginkan informasi lebih dalam &amp;amp; ilmiah silahkan mengirimkan data diri lengkapnya sekaligus permohonan untuk bisa bertemu langsung dengan saya pada pembahasan aplikasi langsung dalam &lt;strong&gt;training “ MEMBONGKAR RAHASIA KECERDASAN SUKSES PARIPURNA“, &lt;/strong&gt;adapun &lt;strong&gt;SUKSES&lt;/strong&gt; yang dimaksud:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;ehat: pikiran, spiritual, &amp;amp; phisik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;U&lt;/strong&gt;murnya panjang &amp;amp; berkah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ka&lt;/strong&gt;ya raya &amp;amp; sejahtera&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;enang &amp;amp; bahagia hidupnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;E&lt;/strong&gt;tos kerjanya professional&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;urga firdaus akhirnya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-6716843113757753123?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/6716843113757753123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/pilih-bekerja-atau-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/6716843113757753123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/6716843113757753123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/pilih-bekerja-atau-bisnis.html' title=''/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3004060066344347114.post-1267485185217500920</id><published>2009-05-24T21:20:00.000+07:00</published><updated>2009-05-24T23:28:49.079+07:00</updated><title type='text'>Dunia kerja &amp; Education</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;6 Cara Tetap Semangat di Tempat Kerja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rutinitas yang monoton seringkali menimbulkan kejenuhan. Hal itu sebetulnya manusiawi. Meski  demikian, kita tidak boleh membiarkannya berlarut2. Kejenuhan yang dibiarkan mengendap dapat merusak kualitas kerja dan mengganggu secara psikologis. Paling tidak, ada 6 hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;1.    Perluas cakrawala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Manusia terus berkembang, termasuk otak kita. Karena itu perlu di tambahi hal-hal baru. Untuk keperluan itu, perluaslah pengetahuan dengan cara, terus belajar terhadap hal-hal baru. Menimba ilmu tidak harus melalui sebuah instansi. Tapi bisa dilakukan sendiri, misalnya membaca buku atau belajar dari lingkungan sekitar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;2.    Buat tantangan baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Seperti saat kita masih anak-anak, setiap kali mendapat mainan baru. Hari-hari akan dilewati bergelut dengan barang baru tersebut. Tapi setelah seminggu berlalu, akan muncul kebosanan. Demikian juga tentang rutinitas sehari-hari yang digeluti orang dewasa.bedanya dengan anak-anak, sebagai orang dewasa dituntut untuk bertahan dan menyesuaikan diri dengan kebosanan itu. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa mencari tantangan baru di luar pekerjaan rutin, misalnya ikut yoga atau hal-hal lain yang belum di kuasai. Hal ini dimaksudkan untuk menstimulasi minat anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;3.    Membuat perubahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bertemu, melihat dan melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari pasti membuat bosan. Untuk menepis kebosanan itu, anda bisa melakukan perubahan-perubahan pada hal-hal kecil yang anda jumpai setiap hari. Misalnya, letak meja di kantor, atau mungkin wallpaper di computer yang anda gunakan setiap hari, dandanan rambut, atau bahkan rute anda menuju tempat kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;4.    Ubah bahasa tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mungkin bahasa tubuh merupakan hal paling sederhana yang jarang kita perhatikan. Namun sikap tubuh memiliki efek nyata terhadap suasana hati seseorang. Orang yang merasa bosan biasanya mulai duduk merosot, menekuk wajh dan terlihat muram. Ketika kebosanan mulai menyergap, cobalah untuk duduk tegak dan tebarkan senyum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;5.    Ciptakan kenyamanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Setiap orang secara ilmiah menyukai keadaan yang membuat nyaman. Suasana yang cozy mendorong orang untuk selalu senang. Jika anda penggemar musik , dapatmendengarkan music kesayangan sembari kerja, atau mungkin anda bisa mengubah ruang kerja anda sebagai tempat yang nyaman. Bisa juga menciptakan suasana yang ramah dan penuh canda tawa bersama rekan kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;6.    Ambil libur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jika semua hal diatas telah anda lakukan dan kejenuhan masih melanda, manfaatkan setiap sabtu atau minggu untuk benar-benar menikmati liburan tak perlu pergi ke tempat  pariwisata. Anda bisa berlibur  dan bersantai bersama keluarga di rumah. Banyak hal yang dapat anda lakukan untuk membuat rileks, misalnya nonton film bareng  atau mungkin sekedar jalan-jalan ke mall bersama keluarga. Di jamin kejenuhan hilang dan anda makin dekat dengan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3004060066344347114-1267485185217500920?l=bayuwebsite07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/feeds/1267485185217500920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/dunia-kerja-education.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/1267485185217500920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3004060066344347114/posts/default/1267485185217500920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuwebsite07.blogspot.com/2009/05/dunia-kerja-education.html' title='Dunia kerja &amp; Education'/><author><name>Bayu's Website</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05815619179494065275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
